RUU KPK Masuk Prolegnas, Jokowi: Itu Inisiatif DPR

Desi Angriani    •    Rabu, 02 Dec 2015 11:59 WIB
revisi uu kpk
RUU KPK Masuk Prolegnas, Jokowi: Itu Inisiatif DPR
Presiden Joko Widodo,--Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Meski ramai ditentang, DPR tetap memasukkan agenda revisi Undang-undang KPK dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2016. Presiden Joko Widodo menegaskan, hal itu murni inisiatif anggota DPR.

"Petama, perlu saya sampaikan inisiatif Revisi UU KPK adalah dari DPR. Yang dulu juga saya sampaikan, tolong rakyat ditanya," kata Jokowi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Menurutnya, pemerintah akan mendukung revisi UU KPK selama upaya tersebut bertujuan memperkuat lembaga antirasuah. Dia pun meminta anggota Dewan menggandeng semua pihak membahas tujuan dari revisi UU KPK.

"Semangat revisi UU KPK itu untuk memperkuat KPK bukan memperlemah. Ahli hukum, akademisi, aktivis antikorupsi juga diajak bicara," kata dia.

Sekadar untuk diketahui, pada masa sidang yang lalu pimpinan DPR dan Presiden Jokowi menyepakati penundaan revisi UU KPK melalui rapat konsultasi di Istana Merdeka, Selasa 13 Oktober. Penundaan dilakukan setelah rencana revisi menimbulkan pro dan kontra.

Adapun empat poin yang dibahas dalam revisi UU KPK adalah menyangkut kewenangan KPK menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), pembentukan dewan pengawas KPK, pembatasan penyadapan oleh KPK dan terakhir penyidik independen.


(MBM)