Hipmi Jaya Minta Batas Minimal UKM Melantai di Bursa Rp10 Miliar

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 02 Dec 2015 12:00 WIB
hipmi
Hipmi Jaya Minta Batas Minimal UKM Melantai di Bursa Rp10 Miliar
Ilustrasi UMKM. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Metrotvnews.com, Jakarta: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI Jaya) meminta, PT Bursa Efek Indonesia menetapkan batasan minimal aset Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk dapat mencatatkan saham sebesar Rp10 miliar.

Ketua HIPMI Jaya Ramadhan Datau menjelaskan, setidaknya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI menetapkan kajian untuk papan pengembangan ketiga bagi UKM bisa mengarah pada batasan minimal aset perseroan berkisar Rp10 miliar-Rp20 miliar.

"Harapan kami jumlah aset untuk UKM atau pengusaha pemula di bawah Rp20 miliar atau bisa juga Rp10 miliar. Karena, bagi UKM untuk mendapatkan aset yang besar tidak gampang," ujar dia di Gedung BEI, SCBD, Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Dirinya menambahkan, jika penetapan batasan minimal aset masih Rp100 miliar, maka para pelaku UKM akan kesulitan mencatatkan saham di pasar modal. Selain itu, ketentuan yang berlaku bahwa UKM hanya diperkenankan mencari dana dari penerbitan emisi sebesar Rp40 miliar diharapkan diubah.

"Anggota kami yang masih muda, tentunya nafsu untuk ekspansinya sangat besar. Tetapi, selama ini ekspansi dari anggota kami masih sangat terbatas. Kami berharap BEI bisa memberikan sosialisasi kepada kami," jelas dia.

Untuk itu, masih menurut Ramdhan, diharapkan adanya peningkatan anggota Hipmi Jaya yang tercatat di bursa melalui sosialisasi terkait pasar modal bagi UKM. Pasalnya sejauh ini hanya lima persen dari anggota Hipmi Jaya yang sudah mencatatkan saham di pasar modal.

"Kami sangat berkeinginan sekali untuk tercantum di bursa, karena Hipmi Jaya isinya pengusaha muda dan pemula. Kami mau mengetahui persyaratan-persyaratan untuk listing di bursa dan kami masih awam, Banyak perusahaan kami yang layak masuk bursa," pungkasnya.


(AHL)