Novel Baswedan Temui Penyidik Bareskrim

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 03 Dec 2015 11:32 WIB
novel baswedan
Novel Baswedan Temui Penyidik Bareskrim
Novel Baswedan---Ant/Bima Sakti

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan segera menandatangani kelengkapan berkas perkara yang sudah dinyatakan lengkap alias P21 atas dugaan penganiayaan yang menjeratnya. Dia berangkat ke Mabes Polri untuk menemui penyidik.

Novel belum mau banyak bicara soal perkembangan kasus yang segera masuk ke pengadilan tersebut.

"Nanti tunggu penyidik seperti apa," kata Novel saat hendak berangkat ke Mabes Polri di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/12/2015).

Yang Novel tahu, dirinya hanya diminta datang menemui penyidik untuk meneken P21 berkas perkara. Novel berangkat dari Kantor KPK menuju ke Mabes Polri pukul 09.50 WIB dengan ditemani beberapa petugas lembaga antikorupsi.

"Saya dapat info (P21) seperti itu. Nanti kita lihat seperti apa. Saya belum ketemu (penyidik)," kata Novel.

Novel sebenarnya dipanggil penyidik Bareskrim Kombes Daniel Adityajaya pada 23 November 2015 untuk penyerahan berkas dan barang bukti ke jaksa penuntut umum pada Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung. Namun, dia tak memenuhi panggilan lantaran sedang umrah.

Adik sepupu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan ini disangka melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat seseorang di Pantai Panjang Ujung, Kota Bengkulu. Kasus itu dilaporkan pada 18 Februari 2004 oleh Yogi Hariyanto.

Perkara bermula ketika Novel menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu. Dia diduga terlibat dalam kasus kekerasan terhadap pelaku pencurian sarang walet di Bengkulu.

Novel dianggap terlibat dalam penembakan terhadap pencuri. Insiden itu sebenarnya melibatkan anak buahnya, tetapi dia yang mengambilalih tanggung jawab.

Novel sempat beberapa kali diperiksa penyidik. Dia bahkan pernah ditangkap pada Jumat 1 Mei dini hari di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, karena dinilai tidak memenuhi panggilan polisi, baik yang pertama maupun yang kedua.

Jauh sebelumnya, polisi juga sempat berupaya menangkap Novel pada 2012 saat berada di Gedung KPK. Saat itu Novel sedang menyidik Irjen Djoko Susilo yang ditetapkan sebagai tersangka kasus simulator SIM.

Menghadapi perkara ini, Novel pernah mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, permohonannya ditolak hakim yang menganggap sah penangkapan dan penahanan terhadap Novel.


(TII)