Saksi Ahli Sebut Lamborghini Berkecepatan Tinggi

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Kamis, 03 Dec 2015 21:41 WIB
kecelakaan lalu lintas
Saksi Ahli Sebut Lamborghini Berkecepatan Tinggi
Polisi memeriksa barang bukti mobil Lamborghini yang rusak akibat kecelakaan di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (29/11). Foto: Antara/Didik Suhartono

Metrotvnews.com, Surabaya: Penyidikan kecelakaan maut Lamborghini di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, ditindaklanjuti penyidik Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya. Salah satunya dengan mendatangkan saksi ahli dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jatim, I Komang Fery.

Hasilnya, dari keterangan saksi ahli yang didapat penyidik, mobil Lamborghini dan Ferrari yang berjalan di Jalan Manyar Kertoarjo berjalan dengan kecapatan tinggi. Selain itu, pendapat ahli berdasarkan yang terekam dalam kamera CCTV, Lamborghini dan Ferrari berjalan di lajur tengah pada jalan yang terlihat kering.

“Menurut ahli, Lamborghini kemudian berpindah lajur ke kanan yang basah. Sehingga pengemudinya hilang kendali karena selip bodi belakang dan mengarah ke kanan hingga membentur median jalan,” kata Kasubag Humas Polrestabes Surabaya AKP Lyli Djafar, di Surabaya, Kamis (3/12/2015).

Dari pendapat ahli, Lyli mengatakan jika ahli membenarkan Lamborghini dan Ferrari berjalan beriringan. Saat itu, Lamborghini menambah tenaga atau akselerasi (menekan gas). Hasil keterangan ahli menyatakan pengemudi tidak mengetahui efek penambahan tenaga dan akselerasi tersebut.

Diterangkan Lyli, pendapat ahli sesuai yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP), ahli menyatakan jika kondisi jalan di Jalan Manyar Kertoarjo tidak layak jika mobil dikemudikan dengan kecapatan tinggi.

“Kondisi jalan di Jalan Manyar Kertoarjo basah dan banyak pasir sehingga tidak layak jika ada mobil jalan dengan kecepatan tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wiyang Lautner, 24, pengemudi Lamborghini maut, hingga kini masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim. Dalam masa perawatan di rumah sakit, Wiyang dijaga ketat polisi karena berstatus sebagai tersangka.

Setiap hari ada dua polisi berjaga di depan kamar tempat Wiyang dirawat. Polisi itu ditugaskan dari Polrestabes Surabaya untuk mengawal. Polisi itu dalam penjagaannya dibagi menjadi dua sesi waktu, yakni siang dan malam. Masing-masing sesi dijaga dua polisi.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya AKP Lyli Djafar mengatakan, meski dirawat di RS Bhayangkara, tersangka Wiyang tetap mendapatkan penjagaan polisi. Sebab, status Wiyang tersangka dan dikhawatirkan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. “Polisi berjaga bergantian menjaga tersangka di rumah sakit,” ujarnya.

Lyli juga menjelaskan, jika selama masa perawatan untuk penyembuhan tidak dihitung dalam masa tahanan. Masa tahanan berlaku jika tersangka telah sembuh dari sakitnya dan dinyatakan sehat oleh dokter. “Masa tahanan akan dimulai jika tersangka sudah dinyatakan sembuh,” tuturnya.

Wiyang adalah pengemudi Lamborghini W 2258 WM yang menabrak pedagang minuman di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya. Satu orang meninggal dalam kejadian ini. Wiyang sempat mendapatkan perawatan di RS Mitra Keluarga. Lalu dibantarkan ke RS Bhayangkara Polda Jatim pada Selasa, 1 Desember malam.


(UWA)