Menpar Belanja Ilmu Pariwisata di Negeri Matador

Yogi Bayu Aji    •    Sabtu, 05 Dec 2015 02:59 WIB
pariwisata
Menpar Belanja Ilmu Pariwisata di Negeri Matador
Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) dan Menteri Pariwisata Spanyol Isabel Maria Borrego Cortes. Istimewa.

Metrotvnews.com, Spanyol: Menteri Pariwisata Spanyol Isabel Maria Borrego Cortes rupanya menaruh hati dengan potensi bahari Indonesia. Begitu ditantang Menpar Arief Yahya untuk berinvestasi dan menggarap marine tourism di tanah air, mereka langsung gerah. Atraksi khas tropikal Indonesia, gabungan alam dan budaya yang beragam, cukup efektif menggerakkan naluri ekspansi bisnis mereka.

“Kami harap kita bisa segera binkin MoU (Memorandum of Understand) antara Indonesia-Spanyol, kami akan segera tindak lanjuti dengan mengumpulkan semua industri di bidang kelautan. Ada cruise, yacht, dan konstruksi marina dan port untuk bersandar dan parkir kapal dan perahu wisata tersebut. Kita segera buka opportunity bersama,” ucap Isabel Maria, menteri perempuan yang berwajah manis tanpa polesan make up itu.

Lulusan Magister Hukum Konstruksi dan Sektor Real Estate yang lahir di 'Pulau Bali-nya Spanyol' Palma de Mallorca, 11 Mei 1968 itu mengucapkan terima kasih karena para pengusaha yang berinvestasi ke Indonesia aman dan maju. Seperti grup Hotel Melia yang sudah beroperasi sejak lama di Jakarta, Jogjakarta, dan Bali.

“Kami juga terima kasih, Wonderful Indonesia juga tampil di FITUR 2016, Feria de Madrid, salah satu pameran pariwisata terbesar di dunia,” ungkap Isabel dengan kacamata frame cokelat itu. FITUR memang ajang promosi dan pameran pariwisata terbesar nomor 3 di dunia, setelah ITB Berlin dan WTM London.

Menpar Arief Yahya mengawali perbincangan dengan memberikan ucapan selamat atas capaian Spanyol dalam merebut pasar wisatawan mancanegara, hingga 68 juta turis setahun. Sebuah prestasi yang fantastis dan menjadi salah satu tulang punggung penghasil devisa Spanyol.

“Kami datang ke Madrid dan Kementerian Pariwisata Spanyol untuk belajar meraih sukses seperti capaian Spanyol 2014-2015 ini,” kata Arief dalam keterangan persnya Jumat (4/12/2015).

Pertama, Arief Yahya berniat mengirimkan dosen atau mahasiswa dari 4 perguruan tinggi pariwisata yang berada di bawah Kemenpar ke Spanyol. Seperti STP Bandung, STP Bali, Akademi Pariwisata Medan, dan Akademi Pariwisata Makasar, yang wajib memiliki pengalaman luar negeri. Menteri Isabel pun menanggapi positif rencana itu, dan menjelaskan saat ini fokus Spanyol adalah memperbaiki berbagai fasilitas di objek wisata, connectivity, keamanan, dan kenyamanan termasuk orang berkebutuhan khusus.

“Kami juga concern di ICT, internet connection, dan teknologi yang memudahkan orang dengan bahasa apapun ke objek wisata di Spanyol,” jawab Isabel.

Arief Yahya pun langsung nyambung soal keinginannya untuk memasuki dunia digital. Rupanya Spanyol yang sudah sedemikian maju, juga sedang merancang digital marketing, digital based. “Kami juga sudah menggunakan ICT dan berbasis pada digital. Kalau Spanyol membutuhkan asistensi soal program big data dan digital marketing, kami bisa bantu,” tawaran Menpar Arief Yahya yang memang Mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu.

Kedua, Arief Yahya juga menawarkan investasi di bidang kawasan pariwisata, dengan skema business to business. Kementerian Pariwisata akan memfasilitasi berbagai peraturan dan kemudahan berinvestasi di Indonesia, terutama Kawasan Ekonnomi Khususu Pariwisata, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, yang berada di atas tanah antara 100-1000 hektare.

“Tentu, kalau mau investasi, kami akan membantu agar fasilias pariwisata itu tetap dijaga dan punya profitable yang kuat,” jelas Arief yang didampingi Dubes Yuli Mumpuni Widiarso, Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gede Pitana, dan Komunikasi Pemasaran Mancanegara Noviendi Makalam.

Isabel pun masih agak dingin dengan tawaran yang cukup memikat itu. Apalagi Indonesia berkomitmen untuk mempromosikan Wonderful Indonesia ke semua negara potensial, termasuk target market kawasan pariwisata baru itu. “Tetapi ini tetap akan kami komunikaskan kepada pelaku industri pariwisata di Spanyol,” kata Isabel.

Namun, begitu poin ketiga Menpar Arief Yahya menawarkan model wisata bahari, Isabele baru 'ngeh'. Ekspresi wajahnya bisa diamati, lebih antusias, lebih cepat dan tinggi nada bicaranya. “Selain berbagai paket kemudahan untuk berinvestasi di Indonesia, kami sudah melakukan deregulasi di internal,” kata Arief Yahya yang cukup lihai trik dan taktik marketing.

Cabotage sudah dicabut oleh pemerintah, sehingga kapal cruise bisa menyeberang di perairan Indonesia. Tidak harus kapal-kapal yang berbendara Indonesia saja yang boleh berlayar di perairan Indonesia. Ini peluang untuk membawa turis dari Mediterania, sampai ke Indonesia, dan bisa singgah dari kota ke kota lain. Ini revolusi besar,” kata dia.

Selain itu, bagi yachter, perahu pesiar, juga sudah disederhanakan dengan system. Sejauh ini, mengurus yacht membutuhkan waktu 3 minggu, sekarang cukup 3 jam. Banyak yang dipangkas model birokrat.  Salah-salah bisa 1 jam selesai, dan yacht boleh keliling ke Indonesia.

“Nah, karena kebijakan ini baru, maka kita butuhkan marina-marina baru, juga port baru di berbagai tempat di Indonesia,” jelas dia.

Karena itu, selain kawasan ekonomi khusus pariwisata itu, juga dibutuhkan investasi di marine tourism, seperti pangkalan yacht dan dermaga cruise. Indonesia adalah 70% coral di dunia. Indonesia memiliki 17.500 pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Laut di Indonesia hangat, tidak dalam, terlindung dari gelombang besar dan arus laut kuat, baik dari Atlantik maupun Pasifik.

“Kami tahu, Spanyol adalah negeri pelaut sejak abad ke-15, dan wisata cruise dan yacht sangat hidup di sini,” tutur Arief yang langsung disambut serius.

“Oke kami akan segera mengumpulkan para pelaku bisnis marine tourisme, untuk menjajaki kemungkinan berinvestasi dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia,” jawab Isabel Maria, dan meminta agar pada saat Fitur 2016, bulan 20-24 Januari 2016 MoU dengan Kemenpar RI sudah berlangsung.


(OGI)