OPEC Belum Siap Pangkas Produksi Minyak

   •    Sabtu, 05 Dec 2015 11:51 WIB
opec
OPEC Belum Siap Pangkas Produksi Minyak
OPEC. (AFP PHOTO/ALEXANDER KLEIN)

Metrotvnews.com, Wina: Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak menetapkan pagu produksi minyak baru, karena para produsen minyak utama enggan memangkas pasokan.

Xinhua melansir, sebagaimana dikutip Antara, Sabtu, 5 Desember, meskipun OPEC mempertahankan target produksi 30 juta barel per hari, produksi minyak yang sebenarnya dari kartel itu telah melebihi 31,5 juta barel per hari dalam bulan terakhir.

Akibatnya, harga minyak dunia telah jatuh, mencapai terendah baru dalam enam tahun. OPEC sekarang memproduksi sekitar 33 persen dari minyak mentah di dunia, pada tingkat yang jauh lebih rendah dari masa lalu.

Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah Salem el-Badri mengatakan sulit untuk mengatakan berapa banyak minyak Teheran akan menambah pasar pada 2016, ketika sanksi terhadap Iran dicabut di bawah perjanjian yang disepakati dengan negara-negara besar dunia atas rencana nuklirnya.

OPEC menambahkan pagu produksi akan dibahas dalam pertemuan berikutnya pada 2016. Menjelang pertemuan, Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengatakan, Iran dapat meningkatkan produksi minyak mentah  dari setengah juta barel per hari menjadi satu juta barel per hari setelah sanksi internasional dicabut tanpa investasi asing.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pendapatan tahunan OPEC bisa jatuh menjadi USD550 miliar dari rata-rata lebih dari USD1 triliun dalam lima tahun terakhir. OPEC mengharapkan kerja sama lebih lanjut dengan eksportir minyak non-OPEC berpengaruh lainnya seperti Rusia dan Amerika Serikat, tetapi menambahkan tidak ada tanda-tanda untuk memangkas produksi minyak global.

Pedagang minyak internasional mengatakan meningkatnya stok akan terus membebani pasar minyak dan harga mungkin tidak naik dalam dua tahun ke depan.

Jamie Webster, direktur senior di IHS Energy, mengatakan kepada Xinhua bahwa OPEC belum siap untuk memotong produksi minyak. Sementara itu, produksi minyak di Amerika Serikat, pesaing kuat dari OPEC, bisa terus menurun pada 2016 mungkin menyebabkan harga minyak naik pada semester kedua tahun itu.


(AHL)