Pengurus KSBSI Polisikan Orang yang Mengaku Sebagai Pencipta Logo

Whisnu Mardiansyah    •    Sabtu, 05 Dec 2015 21:26 WIB
kriminal
Pengurus KSBSI Polisikan Orang yang Mengaku Sebagai Pencipta Logo
Massa Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Jambi berorasi di halaman Kantor Gubernur Jambi. Foto: Antara/ Wahdi Septiawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Mudhofir melaporkan Mukhtar Pakpahan ke Polda Metro Jaya, Sabtu (5/12/15). Laporan ini terkait sumpah dan keterangan palsu yang diduga dilakukan Mukhtar.

"Kita laporkan pasal pidana 242 KUHP terkait sumpah dan keterangan palsu," Kata kuasa hukum Mudhofir, Edward usai smembuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.

Mukhtar Pakpahan dilaporkan atas dugaan sumpah dan keterangan palsu di Pengadilan Tata Niaga. Dalam keterangannya, Mukhtar mengklaim logo KSBSI saat ini adalah ciptaannya, dan gugatannya dikabulkan di Pengadilan Tata Niaga tentang sengketa logo dengan KSBSI.

Mudhofir mengatakan, hal ini menjadi awal sengketa penggunan logo antara Mukhtar Pakpahan dengan pengurus KSBSI.

"Keterangan palsu pak Mukhtar di Pengadilan Tata Niaga telah merugikan kami secara organisasi, sehingga kami dilarang menggunakan logo KSBSI, anggota kami sekarang sembilan ratus ribu lebih. Semua menaruh harapan penuh kepada kami untuk memperjuangkan hak-hak buruh," beber Mudhofir.

Menurut Mudhofir, pada tahun 1992, seratus enam buruh dan para aktifis buruh membuat logo KSBSI. bersamaan dengan Mars, Tridarma dan AD-ART SBSI oleh komisi-komisi yang dibentuk saat itu. Jadi Edward menilai bila Muchtar mengklaim logo KSBSI ciptaannya, maka hal tersebut adalah kepalsuan.

KSBSI sendiri dibentuk tahun 1992, sebelumnya hanya bernama SBSI. Namun, pada tahun 2003 ada perubahan bentuk. Hal itu menyesuaikan amanat UU No. 21 tahun 2000 berubah sifatnya dari unitaris menjadi konfederasi.


(DEN)