PDIP Minta MKD Usut Tuntas Kasus 'Papa Minta Saham'

Githa Farahdina    •    Minggu, 06 Dec 2015 16:10 WIB
pencatut nama presiden
PDIP Minta MKD Usut Tuntas Kasus 'Papa Minta Saham'
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: PDI Perjuangan tak mau terlalu banyak ikut berkomentar soal kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla oleh Ketua DPR Setya Novanto terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pihaknya menyerahkan semua kasus ini kepada Mahkamah Kehormatan Dewan. MKD akan mendengarkan keterangan pria yang akrab disapa Setnov itu, Senin 7 Desember.

"PDI Perjuangan kita akan lihat bagaimana sidang MKD Senin, akan dengarkan keterangan Setnov. MKD yang memutuskan," kata Hasto usai menghadiri rapat koordinasi akhir jelang Pilkada di Komisi Pemilihan Umum, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (6/12/2015).

MKD, terang Hasto, harus melihat persoalan secara menyeluruh. Apa dan siapa yang sebenarnya ada di balik kasus ini harus diusut tuntas. Menurut Hasto, persoalan ini tak bisa dilepaskan dari pertarungan kepentingan.

"Ada upaya-upaya memperpanjang kontrak Freeport sebelum waktunya," tambah mantan Anggota DPR periode 2004-2009 ini.

Pembicaraan soal perpanjangan kontrak yang seharusnya baru dilakukan 2019 dinilai tak bisa dibenarkan. Namun, motif di balik perekaman pembicaraan juga tak bisa serta merta diabaikan. Hasto memandang seorang petinggi perusahaan asing, dalam hal ini Amerika Serikat, secara sepihak akan menjadi preseden. Jangan sampai kasus ini digunakan untuk kepentingan bisnis pihak tertentu.

PDI Perjuangan, jelas Hasto, hanya berkepentingan menegakkan konstitusi dan Pasal 33 UUD 1945 dijalankan dengan baik. Partai berlambang Banteng moncong putih itu pun tak mau menanggapi hal lain di luar kepentingan bangsa.

"Mari kita percayakan ke MKD. Jangan biarkan bangsa ini terpecah belah secara sepihak yang belum tentu juga dari aspek legalitasnya bisa diterima kita semua," ucap dia.


(OJE)