Rayuan Zulkifli Hasan untuk 'Yang Mulia' Megawati

Dheri Agriesta    •    Senin, 07 Dec 2015 10:42 WIB
mpr
Rayuan Zulkifli Hasan untuk 'Yang Mulia' Megawati
Megawati dan Zulkifli Hasan mengikuti seminar nasional kebangsaan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa 18 Agustus 2015. Foto: MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menghadiri acara Simposium Kebangsaan di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen. Ketua MPR Zulkifli Hasan memanfaatkan momentum ini untuk lebih dekat dengan Megawati.

Acara ini diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Rakyat bekerja sama dengan Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara. Simposium ini mengusung tema Refleksi Nasional Praktik Konstitusi dan Ketetanegaraan Pasca Reformasi.

Hadir juga dalam kesempatan ini Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mega dan Wapres tiba di lokasi acara pukul 09.00 WIB. JK duduk diapit Mega dan Zulkifli.

Saat sambutan, Zul meminta Mega menyampaikan pidato soal reformasi sistem perencanaan pembangunan nasional dalam acara ini. Yang menarik, Zul menyebut Mega 'yang mulia'.

"Perlunya reformasi sistem perencanaan pembangunan nasional yang akan disampaikan yang mulia mantan presiden Megawati Soekarnoputri karena selama ini Mbak Mega mengatakan, presiden memiliki visi sendiri, gubernur memiliki visi sendiri, wali kota memiliki visi sendiri. Saya kira pengalaman Mbak Mega sebagai mantan presiden tepat untuk memaparkan ini," kata Zulkifli, Senin (7/12/2015).

Saat akan menutup pidato, Zulkifli kembali menyapa undangan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Wapres yang menyempatkan hadir. Ucapan terima kasih sedikit berbeda ia sampaikan kepada Megawati.

"Terima kasih Mbak Mega atas kehadirannya. Tentu acara ini akan tawar tanpa kehadiran Mbak Mega," kata Zulkifli diiringi tepuk tangan undangan. Wapres dan Megawati tersenyum mendengar rayuan Zul.

Seperti diketahui, beberapa bulan lalu Partai Amanat Nasional yang dipimpin Zulkifli mundur dari Koalisi Merah Putih dan bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat. Belakangan, isu yang berkembang akan ada kursi menteri untuk kader PAN.

Simposium Kebangsaan juga dihadiri Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, mantan Ketua MK Mahfud MD, pimpinan lembaga negara, dan sejumlah kepala daerah.


(TRK)