2019, Indonesia Diprediksi Jadi Eksportir Stainless Steel Terbesar

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 09 Dec 2015 18:20 WIB
baja
2019, Indonesia Diprediksi Jadi Eksportir <i>Stainless Steel</i> Terbesar
Ilustrasi pekerja membuat oven yang berbahan dasar stainless steel di industri rumahan kawasan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan kebijakan pembangunan pemurnian mineral (smelter) yang saat ini tengah digiatkan akan mulai terasa dampak positifnya dalam empat sampai lima tahun mendatang.

Pada 2019, Indonesia diperkirakan akan menjadi eksportir stainless steel terbesar setelah rencana-rencana pembangunan smelter mulai direalisasikan dan telah berproduksi secara komersial.

"Pada saat itu, tahapan hilirisasi pertambangan di Indonesia akan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia," tutur Franky, seperti dikutip dalam siaran persnya, Rabu (9/12/2015).

Franky menambahkan bahwa industri smelter merupakan industri strategis yang akan meningkatkan nilai tambah bahan baku mineral yang ditambang dari Indonesia.

Dengan meningkatkan nilai tambah tersebut, pemerintah akan mendapatkan keuntungan berupa penyerapan tenaga kerja, peningkatan penerimaan pajak dan keuntungan lainnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa kunjungan kerja Kepala BKPM ke Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dilakukan untuk memantau realisasi dua perusahaan dengan total rencana investasi smelter senilai Rp6,4 triliun.

Perusahaan tersebut adalah PT Titan Mineral Utama (TMU) dengan rencana investasi sebesar Rp 4,7 triliun dan PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNAI) sebesar USD130 juta atau sekitar Rp1,7 triliun (dengan kurs Rp13.500). Realisasi industri smelter tersebut positif dan menunjukkan geliat investasi terutama di sektor hilirisasi pertambangan di Sulawesi Selatan.


(AHL)