BI: Penetrasi Perbankan di Sumsel Masih Rendah

   •    Kamis, 10 Dec 2015 19:18 WIB
perbankanbank indonesia
BI: Penetrasi Perbankan di Sumsel Masih Rendah
Bank Indonesia (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Palembang: Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat penetrasi industri perbankan di Sumsel masih terbilang rendah, karena hanya menyentuh angka 64 persen dari total penduduk di provinsi itu yang  berjumlah sekitar delapan juta jiwa. 

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumsel Hamid Ponco Wibowo mengatakan, rendahnya penetrasi ini dipengaruhi faktor geografis dan budaya masyarakat. Namun, BI terus berupaya agar tingkat penetrasi itu bisa terus meningkat dari waktu ke waktu.

"Beberapa wilayah masih remote area atau daerah terpencil dan perbatasan, sehingga sulit dimasuki oleh bank. Selain itu, masyarakat masih berpandangan bahwa bank itu mahal, dan untuk kalangan tertentu ada juga yang beranggapan bahwa bank sama dengan riba," kata Hamid, seperti dikutip dari Antara, di Palembang, Kamis (10/12/2015).

Sementara itu, dari sisi perbankan, tingginya persentase ini dipengaruhi juga mahalnya biaya pendirian kantor cabang karena harus menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) dan dukungan teknologi infromasi. 

"Dari pihak bank juga masih memiliki persepsi bahwa nasabah akar rumput (kalangan bawah) itu tidak profitable atau menguntungkan," jelas dia.

Di tengah persoalan ini, lanjutnya, bank sentral membuat solusi untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap jasa keuangan melalui inklusi keuangan (pendalaman jasa keuangan), seperti layanan keuangan digital (LKD).

"Program inklusi keuangan itu untuk menghilangkan hambatan bagi masyarakat untuk memeroleh akses terhadap jasa keuangan sehingga bisa meningkatkan taraf hidupnya," pungkas dia.



(ABD)