Nikita Biasa Bertemu Orang di Kamar Hotel

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 11 Dec 2015 15:18 WIB
prostitusi artis
Nikita Biasa Bertemu Orang di Kamar Hotel
Artis Nikita Mirzanimenjalani sidang lanjutan dengan agenda pledoi (pembelaan) terkait kasus penganiayaan terhadap Olivia Maysandi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, (3/4)--Antara/Muhammad Adimaja

Metrotvnews.com, Jakarta: Kuasa hukum Nikita Mirzani, Petrus Balapattyona, menyatakan kliennya biasa bertemu orang di kamar hotel. Namun, kliennya membantah terkait bisnis prostitusi artis.

"Siapa pun mau bertemu ada kalanya mereka bertemu di kamar. Itu sudah biasa," kata Petrus di Bareskrim Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/15).

Menurut Petrus, Nikita sudah biasa mengurusi bisnis dan pekerjaan di dalam hotel. Bahkan sampai tengah malam. "Ya relatif, kan namanya membicarakan bisnis," tambah Petrus.

Petrus menerangkan, Nikita awalnya ingin membicarakan pekerjaan dengan Cici, temannya yang bekerja di EO. Namun, Cici mengutus orang untuk membicarakan pekerjaan itu.

Pengacara belum mengetahui siapa orang yang diutus Cici. Cici sendiri tidak ada dalam penangkapan semalam. Terkait keberadaannya, pengacara menyerahkan semuanya kepada penyidik.

Malam tadi, Nikita dan PR dicokok di salah satu hotel bintang lima di kawasan Jakarta Pusat. Selain Nikita dan PR, polisi juga menangkap pula F dan O.

Kegiatan keempat orang itu terbongkar lewat penyamaran seorang polisi yang seolah-olah mengaku sebagai pengusaha. Terbongkarnya bisnis O dan F adalah pengembangan dari keterangan terpidana kasus muncikari Robby Abbas. Robby telah divonis 1 tahun 4 bulan.

F dan O diyakini punya banyak 'anak asuh' dari kalangan artis yang siap dijual. Koleksi keduanya bukan hanya Nikita Mirzani dan PR, finalis Miss Indonesia 2014.

Kasubdit Judisila Dittipidum Bareskrim Polri Kombes Umar Fana mengatakan ponsel F dan O sudah disita. Isi ponsel akan diobok-obok` buat mencari jejak siapa saja artis koleksi dua lelaki yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus prostitusi itu.


(YDH)