DIRE-KIK Banyak Peminat Tapi Terganjal Pajak

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 14 Dec 2015 16:07 WIB
properti
DIRE-KIK Banyak Peminat Tapi Terganjal Pajak
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim ada sebanyak 11 perusahaan properti yang ingin menerbitkan Dana Investasi Real Estate berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DIRE-KIK). Tapi, minat itu masih terhalang dengan tingginya pengenaan pajak terhadap jenis investasi tersebut.

"11 perusahaan memiliki minat, tapi minat itu masih terkendala dengan pajak investasi," urai Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat, dalam acara sosialisasi DIRE berbentuk KIK, di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (14/12/2015).

Pemerintah yang membuat kebijakan terkait pajak, ujar dia, harus bisa menyempurnakan aturan soal pajak atas DIRE ini. Sehingga, pasar DIRE bisa lebih berkembang di negeri ini.

Perusahaan di sektor properti yang minat di DIRE ini, sebut Samsul, belumlah mengajukan minatnya ke bursa. Maka dari itu, bursa mendorong dan meminta perusahaan properti itu bisa mencatatkan DIRE-KIK di pasar modal Indonesia.

"Belum, mungkin kalau untung, mereka banyak yang mau catatkan di Indonesia. Karena regulasi infrastruktur masih belum sempurna, khususnya skema DIRE-nya sendiri," tutup Samsul.


(AHL)