KPK Ungkap Alasan Gratifikasi di Kalangan Dokter

   •    Selasa, 15 Dec 2015 18:09 WIB
kesehatangratifikasi
KPK Ungkap Alasan Gratifikasi di Kalangan Dokter
Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. (foto:MTVN/Sumarni)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan kemungkinan alasan di balik adanya gratifikasi di kalangan dokter dengan para perusahaan farmasi. Hal ini dijelaskan langsung oleh Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono saat diskusi media di Hotel Royal Kuningan, Jakarta.

"Kami meneliti dan menemukan, tenaga medis saat ini di Indonesia masih bergaji rendah. Itu mungkin salah satu alasannya," ujarnya, Selasa (15/12/2015).

Selain itu, menurut Giri, dengan tidak adanya keseimbangan antara sistem layanan kesehatan dan beban layanan serta kurangnya transparansi dalam fasilitas kesehatan juga berkontribusi dalam tindakan gratifikasi.

"Meski begitu, gratifikasi suap tidak dibenarkan. Gratifikasi ini tetap termasuk pidana. Ini bukan hanya melibatkan KPK tapi polisi dan juga jaksa," tambahnya.

Oleh karena itu, Giri mengimbau untuk para dokter agar menolak gratifikasi dalam bentuk apapun yang diberikan oleh perusahaan farmasi. "Kalau tidak ditolak, laporkan langsung ke KPK biar kami tindak lanjuti," kata Giri.

Dunia kesehatan beberapa waktu lalu sempat gempar dengan pengakuan dokter yang menerima gratifikasi berupa suap dari perusahaan farmasi agar meresepkan obat mereka kepada pasien dengan iming-iming uang hingga miliaran rupiah.

Tindakan tersebut dianggap sebagai pemasaran obat yang terselubung yang tentu saja melanggar etika dunia medis. (Sumarni)


(LOV)