Fraksi PKS Ogah Campuri Keputusan MKD untuk Novanto

M Rodhi Aulia    •    Selasa, 15 Dec 2015 21:14 WIB
pencatut nama presiden
Fraksi PKS Ogah Campuri Keputusan MKD untuk Novanto
Ketua Fraksi PKS Jazsuli Juwaini/MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengaku tak memberi arahan apa pun kepada anggotanya yang bertugas di Mahkamah Kehormatan Dewan dalam memutus kasus 'papa minta saham'. Satu-satunya wakil PKS di mahkamah adalah Ketua MKD Surahman Hidayat.

"MKD itu punya otoritas. Tidak boleh ada intervensi fraksi. Dia meskipun anggotanya dari fraksi kan namanya mahkamah. Mahkamah enggak boleh ada intervensi," kata Ketua Jazuli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Fraksi, tegas Jazuli, membebaskan Surahman bersikap dalam sidang putusan, Rabu 16 Desember. "Bahkan, kami tidak tahu apa yang akan terjadi (besok)," ujar dia.

Dikonfirmasi terpisah, Surahman mengamini Jazuli. Surahman menyatakan Fraksi PKS tak memiliki pendapat dalam kasus ini.

"Fraksi menyerahkan ke saya," ucap dia.

Surahman memastikan sidang putusan kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia ini berjalan tertutup. MKD akan mengumumkan hasil sidang tanpa menginformasikan dinamika dan proses pengambilan keputusan dalam persidangan.

Surahman juga menegaskan putusan tidak akan diambil melalui sistem voting. Ia juga enggan bicara banyak kemungkinan sanksi yang akan diterima Novanto. Sementara pandangan masing-masing anggota menurutnya lebih baik disampaikan pada forum rapat, besok.


(OJE)