Masih Banyak Perusahaan Sulit Ajukan Insentif Pembangunan Smelter

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 16 Dec 2015 16:06 WIB
smelter
Masih Banyak Perusahaan Sulit Ajukan Insentif Pembangunan <i>Smelter</i>
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah membenarkan banyak perusahaan tambang yang mengeluhkan sulitnya mengajukan insentif untuk pebangunan pabrik pengolahan dan pemurnian bijih (smelter).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, Bambang Gatot mengatakan, sejauh ini memang pengajuan tax allowance dan tax holiday langsung masuk ke Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan tidak diteruskan ke Kementerian ESDM.

"Kami pernah mendengar bahwa ada beberapa perusahaan yang bilang sulit (mengajukan insentif), sampai sekarang belum dapat," kata Bambang, dalam diskusi 'Indonesia Mining Conference', di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan BKPM dan Kemenkeu tergolong ketat. Sehingga itu menjadi penyebab sulitnya mengajukan insentif. Dirinya pun tidak mengetahui secara rinci kriteria apa saja yang diterapkan oleh dua kementerian dan lembaga (K/L) tersebut.

"Saya tidak tahu kriterianya seperti apa. Tapi yang jelas akan dievaluasi dulu di BKPM dan Kemenkeu," ucap dia.

Di sisi lain, Bambang melanjutkan, seharusnya pemerintah daerah juga berperan dalam menjembatani perusahaan untuk membangun smelter di lokasi tertentu, seperti sosialisasi. Hal itu karena banyak masyarakat yang mengeluhkan tidak diberi keuntungan dari kegiatan pertambangan. Itu yang menyebabkan urungnya masyarakat terhadap pembangunan smelter.

"Pemda juga harus diberikan sesuai haknya. Jangan sampai mereka itu mendapatkan dampak lingkungannya. Tidak mendapatkan hak sesuai yang diinginkan, ini yang membuat daerah khawatir," tutup dia.


(AHL)