Perahu Wisata Berbendera Malaysia Terdampar di Jepara

Rhobi Shani    •    Kamis, 17 Dec 2015 13:24 WIB
kapal karam
Perahu Wisata Berbendera Malaysia Terdampar di Jepara
Kapal layar berbendera Malaysia terdampar di Jepara, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Rhobi Sani)

Metrotvnews.com, Jepara: Perahu layar berbendera Malaysia terdampar di perairan laut Jepara. Perahu wisata alias yacth itu mengangkut penumpang asal Australia. Berlayar dari Malaysia menuju Bali.

Kepala Syahbandar Jepara Suripto menyampaikan, perahu dengan kapten Aditya, bertolak dari Malaysia hendak menuju Bali. Nahas, saat di perairan Bangka, perahu mengalami kerusakan mesin. Perahu akhirnya berlayar dengan mengandalkan tenaga angin.
 
“Dari Bangka terbawa arus didorong angin hingga terdampar di Jepara,” ujar Suripto, Kamis (17/12/2015).
 
Mengetahui ada yacth terdampar, pihaknya melakukan evakuasi. Proses evakuasi berlangsung dramatis. Perahu layar yang ditumpangi Ramon, warga negara Australia, Musa dan Aditya, warga negara Indonesia, saat dievakuasi dengan ditarik tugboat mengalami dua kali putus tali.
 
“Proses evakuasi terkendala tingginya gelombang dan angin,” kata Suripto.
 
Sebelum berhasil dievakuasi, Suripto melanjutkan, kapal motor Denis mencoba menarik yacth itu. Namun, usaha itu gagal setelah baling-baling KM Denis tersangkut tali jangkar. Guna memudahkan proses evakuasi, tali Jangkar terpaksa diputus.
 
“Saat proses evakuasi, ketinggian gelombang mencapai tiga meter dengan kecepatan angin 30 knot,” terang Suripto.
 
Selanjutnya, kapten kapal dibawa ke Kantor Syahbandar Jepara untuk dimintai keterangan. Selain itu, untuk memeriksa kelengkapan dokumen kapal.
 
Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Jepara, Sutana, menambahkan, dengan kondisi perairan laut seperti tersebut, sangat tidak aman bagi pelayaran. Terutama bagi kapal-kapal di bawah 500 grosston.
 
“Kondisi gelombang tinggi ini sudah terjadi sejak dua hari terakhir. Dengan ketinggian gelombang sampai tiga meter, sangat tidak aman bagi pelayaran kapal-kapal di bawah 500 GT,” kata Sutana.
(SAN)