Yusri Cairkan Dana KJP untuk Kebutuhan Sekolah Anak

Nur Azizah    •    Kamis, 17 Dec 2015 19:35 WIB
kjp
Yusri Cairkan Dana KJP untuk Kebutuhan Sekolah Anak
Seorang pelajar menunjukkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) miliknya saat menunggu bus Transjakarta di Halte busway Pasar Baru, Jakarta, Senin (24/8). MI/Arya Manggala.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP) Yusri Isnaeni terpaksa mencairkan dana KJP dalam bentuk uang tunai, lantaran ingin membeli kebutuhan sekolah anaknya. Sebenarnya, Yusri tak berniat mencairkan dana itu. Tapi, ia melakukannya karena ditawari beberapa oknum.

"Saya ambil karena butuh untuk membeli perlengkapan sekolah anak. Apalagi anak saya sekolah di SD swasta," kata Yusri saat ditemui Metrotvnews.com di Kantor Angkatan Muda Partai Golkar, Tanah Koja, Jakarta Utara, Kamis (17/12/2015)

Yusri mengaku mengambil dana KJP lantaran toko yang melayani KJP selalu dalam keadaan offline. Bahkan, hingga lima kali Yusri datang ke sana, toko tersebut selalu dalam gangguan. "Saya biasa tukar KJP di Toko harapan yang berada di sekitar Pasar Koja, tapi layanan tidak aktif," imbuh dia.

Lebih jauh, Yusri merasa kesulitan untuk menukar dana KJP itu mengingat pelayanannya sering terkendala gangguan. Tidak hanya itu, Yusri mengaku aneh ketika bukti struk dana KJP yang ia cairkan justru berasal dari Bank BCA bukan dari Bank DKI.

"Saat itu saya cairkan Rp300 ribu. Tapi di struknya justru tercatat Rp330 ribu, kan aneh," tambah ibu 32 tahun itu.

Menyikapi hal itu, Yusri bersama pendamping hukumnya mencoba menanyakan hal tersebut kepada anggota DPRD DKI Jakarta. Kebetulan, DPRD DKI sedang ada rapat anggaran yang dihadiri Ahok. Yusri langsung menanyakan hal itu kepada Ahok.

"Pas saya nanya, saya malah dimaki-maki dan dibilang maling sama Ahok. Kamu maling, kamu maling, kamu maling. Catat namanya dan penjarakan saja" ucap Yusri meniru perkataan Ahok.

Atas kejadian itu, Yusri bersama tim Advokasi Pendidikan melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik. Yusri pun memuntut Ahok untuk meminta maaf secara langsung dan uang ganti rugi sebesar Rp100 Miliar.



(DRI)