Pelaku Industri Alami Kesulitan Akibat Perlambatan Ekonomi

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 18 Dec 2015 17:54 WIB
Pelaku Industri Alami Kesulitan Akibat Perlambatan Ekonomi
Menteri Perindustrian Saleh Husin (MI/ATET DWI PRAMADIA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tidak menampik para pelaku industri di Indonesia mengalami kesulitan di tahun ini akibat adanya perlambatan dan ketidakpastian ekonomi. 

"2015 memang sulit, banyak penurunan di sektor industri lantaran faktor eknomi global," ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin, dalam paparannya, di Kantor Kemenperin, Jakarta, Jumat (18/12/2015).

Sampai kuartal III-2015, pertumbuhan industri nonmigas tercatat sebesar 5,2 persen. Namun, pertumbuhan industri nonmigas mengalami penurunan empat persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kendati demikian, pertumbuhan industri nonmigas itu lebih besar dari pertumbuhan ekonomi di 2015 ini yang sebesar 4,7 persen. Sedangkan pada akhir 2015, industri nonmigas diharapkan dapat tumbuh sebesar 5,5 persen dan perekonomian nasional mampu tumbuh 5,0 persen.

Lebih dari itu, Saleh mengatakan, ekspor produk industri sampai September mengalami penurunan sebesar 7,5 persen dibandingkan tahun lalu. "Penurunan ekspor sebagian disebabkan karena penurunan harga di pasar dunia. Harga CPO turun dan harga karet turun," tuturnya.

Ia menyayangkan hal ini mengingat kontribusi ekspor produk industri ini memberikan sekitar 70,58 persen dari total ekspor nasional yang sebesar USD115,13 miliar. "Untuk impor produk industri mengalami penurunan sebesar 12,4 persen atau USD81,53 miliar dari tahun sebelummnya sebesar USD93,07 miliar," pungkasnya.
(ABD)