Bus Sekolah Gantikan Peran Metromini di Terminal Blok M

Nur Azizah    •    Senin, 21 Dec 2015 11:38 WIB
metromini maut
Bus Sekolah Gantikan Peran Metromini di Terminal Blok M
Kondisi Terminal Blok M, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.00 WIB, Senin 21 Desember 2015. Foto: MTVN/Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Sopir Metromini benar-benar mogok. Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di Terminal Blok M, Dinas Perhubungan DKI jakarta mengerahkan bus sekolah.

Hal itu disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Anggiat Bandar Nahor. Bus sekolah mulai beroperasi di Terminal Blok M pukul 11.00 WIB.

Namun, Anggiat belum bisa memastikan jumlah bus sekolah yang siap mengangkut penumpang dari Terminal Blok M. Ia juga mengimbau kepada penumpang untuk menggunakan kendaraan umum lain.

Hari ini, diperkirakan Metromini di Jakarta Selatan yang mogok beroperasi, yakni trayek 69, 610, 611, 70, 71, 72, 73, 74, 77. Aksi yang sama juga pada Sabtu 19 Desember.

Aksi ini merupakan bentuk penolakan sopir terhadap razia dan pengandangan Metromini bobrok. Sekitar pukul 06.00 WIB, para sopir Metromini berkumpul di Terminal Blok M, lalu bersama-sama menuju Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

"Mereka ingin menyuarakan aspirasinya ke pimpinan DKI Jakarta," ujar Anggiat di Kantor Pusat Informasi Dishub di Terminal Blok M, Senin (21/12/2015).

Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta menggalakkan razia setelah kasus Metromini tertabrak kereta api setelah menerobos perlintasan di Angke, Jakarta Barat. Sebanyak 18 orang penumpang Metromini meninggal dunia.

Kemudian, Metromini menabrak ibu dan anak di Kembangan, Jakarta Barat, pekan lalu. Sang ibu terluka, sementara anaknya meninggal seketika. Rem bus tersebut diduga tidak berfungsi baik.

Hingga saat ini, Dinas Perhubungan mengandangkan 217 Metromini bobrok di pool Rawa Buaya, Jakarta Barat. Kondisi bus yang dikandangkan seperti speedo meter tidak berfungsi, badan bus banyak yang rusak, lampu mati, serta surat izin operasional baik bus maupun sopir tidak lengkap.


(TRK)