Menganggur, Sopir Metromini Dicerai Gugat

Nur Azizah    •    Selasa, 22 Dec 2015 10:11 WIB
metromini
Menganggur, Sopir Metromini Dicerai Gugat
Hite di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Selasa 22 Desember 2015. Foto: MTVN/Nur Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Hite tidak bekerja sebulan terakhir. Sebab, Metromini 71 jurusan Blok M-Bintaro yang biasa ia kendalikan dikandangkan petugas Dinas Perhubungan dan Transportasi.

Pria asal Sumatera itu lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk atau berbincang dengan para sopir di Terminal Blok M. "Mau narik tidak ada mobil," kata Hite di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2015).

Hite semakin pusing istrinya meminta cerai karena dapur tak terus ngebul. Anak-anak Hite juga butuh uang untuk sekolah.  

Dia mengaku bingung apa yang bisa dilakukan agar menghasilkan uang. Selama ini, keahliannya hanya menyetir. Nasib Metromini yang dikendarai Hite baru diketahui saat persidangan 10 Januari. "Saya bingung karena istri sudah talak satu," ujar pria berusia 60 tahun ini.

Kesulitan ekonomi juga dirasakan Redi, sopir Metromini 69 jurusan Blok M-Ciledug. Ia terpaksa meminjam uang ke kerabatnya untuk menutupi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Pria asal Jawa Timur ini juga menyopiri Metromini temannya. "Kalau tidak begitu, saya tidak bisa makan," kata Redi.

Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta menggalakkan razia menindaklanjuti kasus Metromini tertabrak kereta api setelah menerobos perlintasan di Angke, Jakarta Barat. Sebanyak 18 orang penumpang Metromini meninggal dunia.

Kemudian, Metromini menabrak ibu dan anak di Kembangan, Jakarta Barat, pekan lalu. Sang ibu terluka, sementara anaknya meninggal seketika. Rem bus tersebut diduga tidak berfungsi baik.

Dinas Perhubungan sudah mengandangkan 217 Metromini bobrok di pool Rawa Buaya, Jakarta Barat. Kondisi bus yang dikandangkan seperti speedometer tidak berfungsi, badan bus banyak yang rusak, lampu mati, serta surat izin operasional baik bus maupun sopir tidak lengkap.


(TRK)