Poten&Partner Sudah Paparkan Kajian Blok Masela

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 23 Dec 2015 14:51 WIB
blok masela
Poten&Partner Sudah Paparkan Kajian Blok Masela
Illustrasi. FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan konsultan internasional yakni Poten&Partners telah mempresentasikan hasil kajiannya mengenai pengembangan fasilitas pengolahan Blok Masela.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan, Poten telah memaparkan semuanya tadi pagi. Termasuk juga metode pengembangan fasilitas melalui dua opsi yakni dilakukan dengan sistem Floating LNG (FLNG) atau Onshore LNG (OLNG).

"Poten memaparkan semua metodenya. Semua aspek yang sesuai TOR. Nanti pada waktunya akan disampaikan," ucap Wirat saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Minerba, Jalan Supomo, Jakarta, Rabu (23/12/2015).

Wirat menjelaskan, Term or Reference (TOR) itu termasuk regional development dan government take. Dia mengungkapkan dalam pemaparannya tadi, konsultan ini membahas berbagai aspek. Kemudian selebihnya terkait keputusan lainnya akan ditetapkan Pemerintah.

"Di TOR kan termasuk ke regional development, government take dari berbagai aspek dikaji. Pemerintah yang akan ambil kebijakan," jelas dia.

Sebelumnya, mengenai rekomendasi FLNG, Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi pernah menyampaikan kepada Menteri ESDM, Sudirman Said. Amien mengatakan menurut aspek ekonomi, pembangunan fasilitas pengembangan Blok Masela melalui onshore LNG  akan merogoh USD19,3 miliar.
Sedangkan pembangunan fasilitas offshore sebesar USD14,8 miliar. Oleh karena itu, Amien merekomendasikan pembangunan fasilitas Blok Masela melalui Floating LNG atau offshore.

Menurut Tenaga ahli Menko Maritim Ronnie Higuchi, Fortuga diminta oleh Rizal Ramli membuat kajian terkait fasilitas pengembangan Blok Masela. Dalam rekomendasi Fortuga, merkomendasikan agar fasilitas yang digunakan adalah onshore LNG.


(SAW)