Kronologi Amuk Napi di Lapas Kuningan

Wandi Yusuf    •    Rabu, 23 Dec 2015 17:58 WIB
kerusuhan penjara
Kronologi Amuk Napi di Lapas Kuningan
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Amuk ratusan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas II Kuningan, Jawa Barat, dipicu adanya rencana tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan. 

Kepala Lapas Kuningan, Gumelar, menjelaskan suasana di Lapas Kuningan awalnya tenang, pada Rabu, 23 Desember pagi. Para napi terlihat bersih-bersih halaman lapas seperti biasanya. Suasana berubah kelam begitu petugas BNN Kuningan masuk untuk mengambil sampel urine.

"Saat petugas BNN masuk, mereka kaget. Dan terjadilah peristiwa itu. Beruntung kerusuhan tak meluas ke blok lain," kata Gumelar saat dihubungi Metro TV.

Gumelar mengatakan kerusuhan tak berlangsung lama. Para sipir lapas berhasil menenangkan napi. Meski begitu, tes urine terpaksa dihentikan untuk menjaga keselamatan petugas BNN Kuningan.

Sebelum terjadi kerusuhan, di blok lain, tes urine tak ada kendala. Sebanyak 30 napi dari total 118 sempat diambil sampel urinenya. BNN Kuningan juga sempat mengambil sampel urine sipir. Hasilnya, sebanyak tiga napi dan satu sipir positif mengonsumsi narkoba jenis amphetamine atau sabu.

"Khusus sipir yang positif mengonsumsi narkoba, kami akan periksa lebih lanjut. Kemungkinan besar akan kena sanksi disiplin," kata Gumelar.

Sebelumnya diberitakan ratusan narapidana menyerang petugas dengan melempari batu dan sejumlah benda keras lain. Mereka juga terus berteriak sambil mengacungkan benda tumpul. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, petugas BNN berhasil menyelamatkan diri. 

Petugas lapas berupaya menenangkan mereka, tapi sempat tak digubris. Akibatnya, sejumlah aset milik lapas rusak. Amuk napi ini juga membuat tes urine tak dirampungkan. Pembatalan tes urine seketika membuat napi tenang.


(UWA)