Tips Ban Motor

Mau Ganti Ban Motor? Simak Tips Mudah ala Michelin

Ainto Harry Budiawan    •    Kamis, 23 Apr 2015 08:32 WIB
Mau Ganti Ban Motor? Simak Tips Mudah ala Michelin
Tips memilih ban motor yang tepat, sesuai dengan peruntukannya. MTVN/Ahmad Garuda

Metrotvnews.com, Bandung: Ban merupakan salah satu bagian terpenting dari sebuah kendaraan, termasuk sepeda motor. Bagian ini menjadi pijakan dan menahan bobot motor serta membantu manuver. Semua hal tersebut berkaitan erat dengan keselamatan berkendara.

Mengingat fungsinya yang penting, tentu Anda tak bisa sembarangan memilih ban yang akan digunakan pada sepeda motor Anda. Mengenai pemilihan ban yang tepat, Bayu Surya Pamugar Sugeng, selaku Country of Sales & Marketing 2Wheels Division PT Michelin Indonesia pun membagikan tips memilih ban yang sesuai.

Menurutnya ada lima tahapan memilih ban yang baik, pertama dimulai dari reputasi merek tersebut. "Pembuktian terbaik tentu teruji dari ajang balap kelas dunia seperti MotoGP," katanya. Tapi tak menutup kemungkinan juga dari berbagai hasil tes dan pengalaman seseorang mengenai merek ban tertentu.

Kedua adalah sesuaikan dengan fungsi dari tujuan berkendara, misal ban pakai harian tapi suka turing keluar kota, pasti berbeda dengan yang dipakai untuk penggunaan harian saja.

Ketiga, lihat kondisi jalan yang dilalui. "Semisal dalam kota saja ya pakai ban aspal, jangan pakai ban dual purpose atau lainnya. Karena tidak semua ban bisa dipakai untuk semua kondisi jalan," beber pria brekantor di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan ini.

Keempat, perhatikan ukuran ban dan pelek. Bayu menyarankan jika mau up-size atau down-size jangan lebih dari dua level. Misalnya pakai ban ukuran 100 pada pelek lebar 2.50, maksimal naik jadi 120 atau turun jadi 80. "Karena jika lebih dari itu, performance ban tidak maksimal," wantinya.

Kelima, perhatikan kembangan atau alur ban karena punya fungsi tersendiri antara ban depan dan belakang. "Ban depan berfungsi sebagai grip karena dia yang pertama menyentuh jalan atau air. Sedang ban belakang sebagai kestabilan. Makanya alurnya pun harus berbeda, seperti ban-ban Michelin," terang Bayu lagi.

Diluar dari lima tips tadi, Bayu juga menyarankan untuk menjaga tekanan angin dan diperiksa secara rutin. Tekanan ban harus sesuai standar pabrikan, meski ban punya ukuran standarnya sendiri. Karena ban diciptakan untuk banyak motor, tentunya pabrikan ban menyesuaikan kemampuan ban dengan tekanan angin tertentu.

"Misal pada ban tertera angka 38 psi, tapi pabrikan motor menulis 32 psi ya pakai 32 psi. Ukuran yang tertera pada dinding ban karena pabrikan ban menyiapkan untuk penggunaan dimotor lain, dan itu tekanan angin maksimal yang disarankan," tutup Bayu.
(UDA)