Tips Musim Hujan

Trik Pakai Lampu HID di Musim Hujan

M. Bagus Rachmanto    •    Minggu, 11 Nov 2018 12:23 WIB
tips knowledge
Trik Pakai Lampu HID di Musim Hujan
Penggunaan lampu HID perlu perhatikan beberapa hal. Medcom.id

Jakarta: Penggunaan lampu jenis high intensity discharge (HID) sering kali dilakukan pengguna kendaraan bermotor. Selain pancaran cahayanya yang terang, pilihan warna dan sinar putihnya jadi alasan banyak orang mengaplikasi lampu jenis ini karena dianggap keren.

Penggunaan lampu HID dimusim hujan seperti sekarang sah-sah saja, tapi harus perhatikan beberapa hal supaya tidak merugikan nantinya. "Pertama usahakan pilih HID dengan kelvin (satuan intensitas warna) jangan lebih dari 6.000," saran Wira Sentosa, dari bengkel spesialis lampu Asia Jaya Motor di Jl. Raya Pondok Gede, Jakarta Timur.

Lampu HID yang memiliki kelvin di atas 6.000 menghasilkan sinar berwarna putih kebiruan. "Sinar dari lampu tidak bisa tembus air hujan yang berwarna bening putih, sehingga sinar lampu akan dipantulkan oleh air yang akan membuat mata pengendara silau," wanti Wira.

Wira menyarankan penggunaan lampu HID dengan 4.300 kelvin karena sinar yang dihasilkan agak kekuningan. "Warna sinarnya mirip dengan lampu standar, tapi lebih terang dibanding sinar dari lampu halogen sekalipun," katanya.

Untuk penggunaan lampu HID cukup memakai ballast dengan daya 35 watt, karena sinar yang dihasilkan sudah 2 sampai 3 kali lebih terang dibanding sinar lampu standar. "Penggunaan ballast berdaya 55 watt memang lebih terang lagi, tapi akan membuat mika lampu menguning, meleleh atau pudar karena panas," saran Wira.

Untuk Anda pengguna lampu HID, ada baiknya cek bagian-bagian dari rangkaian lampu HID seperti soket ballast ke bohlam HID, dan soket sumber arus yang menuju ballast. Kemudian pastikan karet pelindung soket terpasang sempurna. "Jangan sampai air masuk ke soket karena kendor atau karetnya terlepas, karena akan korsleting," bebernya.


(UDA)