Tips Knowledge

Waspada Pelumas Palsu di Pasaran

Ekawan Raharja    •    Jumat, 04 Aug 2017 15:39 WIB
tips knowledge
Waspada Pelumas Palsu di Pasaran
Konsumen harus jeli bedakan pelumas asli dengan pelumas palsu. MTVN/Ekawan Raharja

Metrotvnews.com: Saat ini masih ada oknum-oknum pedagang yang menjual pelumas-pelumas palsu. Konsumen pun harus waspada dan jeli jika ingin mengganti pelumas, khususnya di bengkel-bengkel non-resmi.

Vice President Sales & Marketing Domestic Retail Automotive Pertamina Lubricants, Syafanir Sayuti, menjelaskan pelumas palsu menggunakan pelumas bekas yang didaur ulang. Hanya saja kandungan dan teknologi yang diusung pelumas tersebut sudah tidak bisa dijamin lagi berfungsi seperti pelumas baru.

"Ada beberapa oknum yang mendaur ulang pelumas bekas pakai dijadikan pelumas baru. Ini berbahaya dan kami tidak bisa menjamin kemampuannya," ucap pria yang akrab kepada awak media tersebut.

Shell Lubricants Techical Advisor Indonesia, Shofwatuzzaki, menjelaskan penggunaan pelumas palsu tentu merugikan konsumen. Penggunaan pelumas palsu dapat mengakibatkan kerusakan mesin kendaraan untuk jangka pendek dan jangka panjang.

Tentu saja produsen pelumas selalu punya caranya masing-masing untuk membedakan antara pelumas asli dan juga pelumas palsu. Ada beberapa ciri-ciri yang bisa dikenali secara mudah oleh konsumen ketika hendak membeli pelumas.

Seperti contoh Pertamina Lubricants memastikan pelumas yang asli masih tersegel. Kemudian mereka memasang kode di bagian leher botol dan tutup botol, yang nomornya sama dan juga posisinya saling sejajar.

Beda lagi dengan pelumas Shell yang menggunakan teknologi Jam Jar untuk menghindari pemalsuan. Teknologi ini berupa segel yang diberi sistem QR Code yang terhubung dengan Shell Anti Counterfeit System. Jika QR Code ini sudah terpakai dua kali maka sistem akan membaca bahwa pelumas sudah pernah digunakan.

Selain itu pria yang akrab dipanggil Zaki ini, juga membagikan sedikit tips ketika mengganti pelumas. Meski konsumen mempercayakan mobilnya kepada bengkel ketika mengganti pelumas, namun konsumen harus tetap mengawasi pengerjaannya.

"Kami sarankan agar konsumen memastikan produk yang dibeli dan digunakan untuk kendaraannya adalah asli. Ketika mekanik mengambil kemasan pelumas, periksa dahulu keasliannya. Kemudian konsumen harus memastikan pelumas yang dituangkan ke mobil merupakan pelumas yang sama dengan yang diperiksa sebelumnya," tugas Zaki.


(UDA)