Safety Driving

Berkendara Supercar, Butuh Skill & Perilaku Terbaik

Ahmad Garuda    •    Jumat, 22 Sep 2017 08:11 WIB
safety driving
Berkendara Supercar, Butuh Skill & Perilaku Terbaik
Jaga perilaku berkendara saat berkendara supercar. Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Asal punya duit dan bisa berkendara mobil saja, bukan jaminan bahwa Anda bisa selamat di jalan raya. Apalagi mobil yang dikendarai punya spek performa tinggi yang notabene butuh pemahaman tinggi dalam berkendara dan perilaku yang dewasa.

Beberapa waktu lalu kita bisa lihat sebuah Lamborghini yang remuk di salah satu ruas tol di Jakarta, kemudian di Surabaya yang menabrak pohon dan warung kaki lima. Terbaru adalah sosok Aston Martin yang diduga tipe DB9, nyelosor menabrak pembatas jalan di bilangan Jakarta Pusat.

Ini menjadi penanda bahwa semakin tinggi spek mobil, akan semakin tinggi pula spek skill dan perilaku berkendara yang harus dimiliki pengendaranya. Mengingat banyak pengendara mobil yang mentang-mentang punya spek motor atau mobil performa tinggi, terkadang semena-meda di jalan raya.

"Ya teradang seperti itu dan banyak tidak disadari oleh mereka pemilik mobil berperforma tinggi. Sudah banyak kejadian, mobil mereka remuk lantaran tidak mampu mengendalikan dan akhirnya menabrak sesuatu yang ada di depannya. Masih untung jika tidak menelan korban jiwa," ujar Instruktur Senior Jakarta Devensive Driving Course, Jusri Pulubuhu beberapa waktu lalu.

Jursi juga menegaskan bahwa penting untuk para pemilik supercar ini untuk terus melakukan upgrade ilmu berkendara. Lantaran ilmu berkendara yang tidak pernah di-upgrade, bisa jadi lupa atau malah malas lagi menerapkannya saat berkendara di jalan raya. Padahal itu penting untuk keselamatan bersama.

Beruntung, bagi mereka yang ikut dalam komunitas otomotif supercar, masih sering menggelar coaching clinic singkat. Sehingga ilmu berkendara mereka tetap terjaga, berikut dengan perlaku berkendara di jalan raya.

"Ingat! berkendara di jalan raya itu adalah pekerjaan utama. Butuh fokus yang tinggi, bukan pekerjaan sambilan. Jadi jangan pernah anggap enteng."


(UDA)