Tips Knowledge

Mengenal Komponen Rem Cakram

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 30 Nov 2016 09:00 WIB
tips knowledge
Mengenal Komponen Rem Cakram
Mengenal cara kerja rem cakram sepeda motor. Motorcyclistonline

Metrotvnews.com: Penggunaan rem cakram hidrolik sepertinya sudah menjadi peranti standar sistem pengereman untuk sepeda motor. Sebuah alat pengereman yang notabene memiliki prinsip kerja rumit.

Di rem cakram ada beberapa komponen yang mengubah energi gerak/kinetik menjadi energi panas dalam bentuk gesekan. Contohnya, dalam jarak 150 meter, BMW S1000XR bisa melesat dari 0-100 km per jam selama 6,1 detik. Hebatnya, sistem pengereman hanya butuh waktu lima detik dalam hitungan kurang dari dua pertiga jarak. Ini menunjukan kinerja yang mengesankan dari kekuatan dan ketahanan sistem rem hidrolik modern.

Ada beberapa komponen yang mendukung cara kerja rem cakram. Berikut ini beberapa di antaranya.

Master Cylinder atau dikenal dengan Master Rem adalah komponen yang paling penting dari rem cakram. Master cylinder mengkonversi kekuatan mekanik menjadi tekanan hidrolik yang berasal dari tekanan minyak rem terhadap kaliper rem. Beberapa piranti yang ada di master rem yaitu, penampung minyak rem, tuas rem sebagai penekan piston, dan pegas agar tuas rem bisa kembali ke posisi semula.

Selang rem berfungsi sebagai alat penyalur dari minyak rem yang telah ditekan oleh piston ke kaliper rem. Selang rem yang memiliki kualitas yang baik adalah yang mampu menahan tekanan tinggi. Disarankan untuk mengganti selang rem jika sudah berumur empat tahun atau lebih, karena kekuatan sudah berkurang dan usia pakai sudah terlalu lama.

Kampas rem berfungsi untuk mengubah energi kinetik menjadi panas melalui gesekan antara kampas rem dan piringan cakram. Kampas rem biasanya didesain bergaris-garis untuk mengurangi panas akibat gesekan. Piringan cakram adalah komponen yang terbuat dari besi tuang yang dapat menahan panas dari gesekan kampas rem.

Minyak rem merupakan obat mujarab yang memungkinkan itu semua terjadi. Saat tuas rem ditekan, minyak rem berfungsi memberikan tekanan ke brake pad dan rotor/disc brake, sehingga terjadi proses pengereman. Kondisi ini berpengaruh juga terhadap gaya tekan tuas rem, semakin keras menekan tuas maka gaya pengereman akan semakin tinggi.


(HIL)