Tips Knowledge

Shockbreaker Rekondisi, Solusi Hemat Biaya Servis

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 24 Aug 2018 14:06 WIB
tips knowledge
<i>Shockbreaker</i> Rekondisi, Solusi Hemat Biaya Servis
Cek berkala shockbreaker agar nyaman saat berkendara. Fastnlow

Jakarta: Shockbreaker berfungsi untuk meredam guncangan. Bila shockbreaker sudah lemah (mati) akan menimbulkan bunyi gluduk-gluduk terutama jika melewati jalan bergelombang. Apesnya, mobil terasa limbung terutama saat berbelok dengan kecepatan tinggi.

Jika sudah rusak parah ditandai dengan merembesnya oli di as tengah, bisa berakibat sampai ke ban mobil. Permukaan ban mobil bisa terkikis tidak rata (bergelombang) dan benjol.

Kerusakan shockbreaker dapat disebabkan usia pakai dan kondisi jalan jelek yang dapat memperpendek usia shock. Untuk memperbaikinya dapat langsung mengganti dengan yang baru jika memang punya alokasi dana lebih. Tapi kalau ingin murah, solusinya bisa dilakukan rekondisi.

"Selain lebih murah dan menghemat kocek Anda, shockbreker rekondisi tenyata bisa awet dan tahan lama. Kelebihan lainnya yaitu dapat disetel tingkat kelenturannya (keras/empuk) sesuai selera pemilik kendaraan. Namun hasil yang baik dan sesuai yang harapan, harus dikerjakan montir profesional dan benar-benar ahli dalam urusan kaki-kaki mobil," tutur Entis, mekanik sekaligus pemilik bengkel spesialis per dan shockbreaker Cahaya Per di bilangan Bekasi, Jawa Barat, kepada Medcom.id beberapa waktu lalu.

"Bengkel seharusnya dapat memberikan solusi dan merekomendasikan beberapa dari bagian mobil yang dapat diperbaiki dan diganti karena rusak sehingga konsumen tepat sasaran mengeluarkan biaya perbaikan," ujar Entis.

Penggantian atau perbaikan shocbreaker sebaiknya dilakukan sekaligus sepasang (kiri dan kanan). Penggantian satu shockbreaker kemungkinan akan berbeda kondisi dengan sebelahnya sehingga feeling di mobil menjadi tidak sama.


(UDA)