Livestreaming

Tematis Radiator (Bag. 5)

Endapan Air AC, Ternyata Lebih Sehat untuk Radiator

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 05 Sep 2016 14:09 WIB
tips mobil
Endapan Air AC, Ternyata Lebih Sehat untuk Radiator
Penggunaan air mineral untuk radiator bikin karat. Wikihow

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemilik mobil mungkin sudah mengetahui tugas utama radiator yang berfungsi sebgai pendingin suhu mesin. Sesuai fungsinya, jelas radiator sangat vital. Tapi tahukah Anda jika air yang paling sehat bagi radiator adalah hasil pengembunan dari pada air mineral?

Perlu diketahui bahwa ketika air mineral yang terpapar suhu 80-90 derajat celcius, maka akan menimbulkan kerak dan akhirnya mengendap. Bila ini terjadi di dalam mesin, maka bisa menyebabkan karat yang berbuntut penyumbatan saluran air radiator.

"Jika sudah sudah begini, kinerja radiator dipastikan jadi tak optimal dan menganggu fungsi pendinginan mesin," kata President & CEO PT Topindo Atlas Asia, Arief Gunadibrata, di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Air yang bagus buat radiator adalah yang dihasilkan melalui proses kondensasi/pengembunan, seperti air dari tetesan AC. Proses kondensasi/pengembunan ini juga dilakukan untuk membuat produk radiator,” tambahnya.

Mulai sekarang perhatikan penggunaan air untuk mengisi radiator mobil dan motor Anda. Gunakan cairan radiator coolant yang memiliki titik didih tinggi dan tidak menimbulkan endapan. Cairan yang tersedia dalam warna hijau dan orange ini sangat mudah didapatkan di swalayan dan minimarket.

Apabila dalam kondisi terpaksa, kehabisan air radiator di tengah jalan, cukup gunakan air bersih. Tidak perlu air matang, apalagi air mineral dalam kemasan. "Kuras dan ganti air radiator minimal setiap enam bulan atau setelah 40 ribu kilometer, biar roadiator lebih awet" sambung Arief.

Termasuk komponen lainnya yang berhubungan dengan fungsi pendingin mesin seperti water pump dan thermostat. Sayang, masih banyak yang mengisi radiator dengan air mineral dalam kemasan, baik bagi radiator. Padahal air yang sehat bagi manusia itu, bisa menjadi racun bagi komponen radiator bahkan merusak mesin karena komposisi kandungannya tidak sesuai kebutuhan.

Baca juga berita sebelumnya:
Tematis Radiator (Bag. 1)
Tematis Radiator (Bag. 2)
Tematis Radiator (Bag. 3)
Tematis Radiator (Bag. 4)


(UDA)