Tips Knowledge

Efek Buruk Ganti Ban Motor Tanpa Tyre Changer

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 10 Nov 2017 12:38 WIB
ban motortips knowledge
Efek Buruk Ganti Ban Motor Tanpa <i>Tyre Changer</i>
Ganti ban motor dengan cara dicungkil bisa merusak pelek. MTVN/Ahmad Garuda

Metrotvnews.com, Jakarta: Mengalami ban bocor saat mengendarai motor, bukan sebuah hal yang jarang ditemui. Tapi yang biasa jadi masalah adalah karena ingin cepat, pilihannya adalah dengan mendatangi bengkel pelek atau ban pinggir jalan yang menggunakan peralatan seadanya. 

Ada kemungkinan membuka ban tidak menggunakan alat yang tidak semestinya, seperti  dengan cara dicungkil, bisa merusak komponen lain seperti pelek dan bibir atau pinggiran ban.

"Memang lama kelamaan akan melukai permukaan ban dan pelek, karena caranya dicungkil. Sementara permukaan pelek juga akan mengalami lecet di beberapa bagian. Jika kondisi ini berlangsung beberapa kali, rasanya ban motor akan rusak dan tidak layak pakai lagi," jelas Riza,  perwakilan dari ban FDR, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pada prakteknya, penggunaan tyre changer untuk kendaraan roda dua pun, saat ini sudah ramai digunakan di mana-mana. Termasuk di beberapa gerai ban motor yang sudah modern. Tyre changer digunakan untuk mempercepat kinerja penggantian ban.

"Kalau pakai tyre changer, memang selalu kami rekomendasikan sebagai produsen ban. Karena dengan cara inilah, penggantian ban akan berlangsung aman. Selain itu juga tidak akan melukai pelek maupun ban motor. Hal positif lainnya juga lebih presisi," bebernya.

Untuk menjaga kondisi pelek sepeda motor tetap awet, disarankan untuk melakukan perawatan berkala. Pemeriksaan meliputi keseimbangan dan kerapatan jari-jari.

"Setiap servis rutin yang dilakukan di bengkel resmi, akan diperiksa kondisi peleknya. Untuk pelek cast wheel (pelek palang) akan diperiksa keseimbangannya. Kalau pelek jari-jari akan diperiksa juga keseimbangan dan kerapatan jari-jarinya," beber Ahmad Rustandi, External Training Development PT Daya Adicipta Mustika.


(UDA)