Tips Knowledge

Libas Genangan Air, Tak Perlu Risau Air Masuk ke Knalpot

Ahmad Garuda    •    Kamis, 14 Dec 2017 09:38 WIB
tips mobiltips knowledge
Libas Genangan Air, Tak Perlu Risau Air Masuk ke Knalpot
Menerobos genangan air, tak usah khawatirkan knalpot kemasukan air. Dok MTVN

Jakarta: Masih hangat pembahasan tentang melibas genangan air yang dikhawatirkan masuk ke lubang knalpot saat melakukan deselerasi. Namun faktanya, penyebab utama mesin mobil atau motor mati karena lubang katup hisap udaranya sudah berada di bawah permukaan air.

Hal ini yang kadang tidak dimengerti oleh para pengemudi kendaraan bermotor. Mereka hanya memperkirakan bahwa dengan ketinggian air seperti itu, mereka bisa melibas dengan mudah genangan air. Lalu memasang RPM yang tinggi terus-menerus agar air tak masuk lubang knalpot.

"Itulah salah satu kesalahan yang sering kita perbuat. Saat melibas genangan air, kita selalu memasang gigi yang paling rendah dan RPM yang cukup tinggi. Padahal ada perlakuan yang harus kita ketahui. Misalnya mengetahui posisi saringan udara yang masuk ke mesin. Itu lebih utama ketimbang memperhatikan posisi knalpot yang terendam air," klaim Founder dan Instruktur Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar beberapa waktu lalu.

Putra dari Helmy Sungkar itu pun melanjutkan dengan memberikan analogi yang sederhana pada manusia. "Manusia kalau berenang, pembuangannya terendam air tidak? Nah seperti itu juga mobil. Selama mesin masih menyala atau beroperasi, tak usah terlalu khawatir air akan masuk lewat knalpot."

Sekarang untuk mengetahui posisi saluran udara yang terhubung langsung ke mesin, juga tak sulit. Tinggal membuka kap mesin mobil dan melihat posisinya ada sebelah mana. Biasanya berbentuk boks dengan kisi-kisi saringan udara.

Posisi saringan udara di mobil pun berbeda-beda sesuai tipe mobilnya. Jelas untuk mobil-mobil tipe sport jalan raya, menempatkannya di titik yang mudah menangkap udara di ruang penempatan mesin. Sementara untuk mobil-mobil yang digunakan harian, rata-rata penempatan saringannya berada di bagian atas.


(UDA)