Tips Perawatan Mobil

Kenali Ciri Fan Belt Mobil yang Mulai Rusak

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 14 Jul 2017 12:37 WIB
perawatan kendaraan
Kenali Ciri Fan Belt Mobil yang Mulai Rusak
Cek berkala fan belt agar kinerja mesin mobil optimal. MyMoto

Metrotvnews.com, Jakarta: Tali kipas atau fan belt di mesin mobil, punya peran yang sangat penting dan berfungsi untuk memutar beberapa komponen mesin. Misalnya pompa air (water pump), alternator, kompresor AC, idle puly serta kipas pendingin radiator.

Bayangkan jika tali kipas tersebut secara tiba-tiba putus di tengah jalan saat Anda berkendara, dapat dipastikan komponen yang disebutkan tadi bakalan tidak berfungsi seketika, dan bikin mobil mogok.

Jika dilihat dari tugasnya, fan belt memiliki umur penggunaan yang relatif singkat. Hal ini dikarenakan fan belt yang selalu bekerja mengikuti putaran mesin dan berada pada posisi terbuka, serta berhubungan dengan engine pully. Sehingga seringkali fan belt ini terekspos oleh berbagai gangguan seperti, terciprat air saat hujan atau melewati genangan.

Menurut Toha mekanik bengkel Pit Stop di bilangan Jakarta Timur, semua gangguan itu akan menyebabkan fan belt mengalami kerusakan, yaitu munculnya bunyi berdecit. Untuk itu komponen yang satu ini perlu mendapatkan perawatan agar tidak mudah rusak, dengan selalu memperhatikan ruang mesin. Terutama mengatur kekencangan/tegangan tali kipas dengan pas. Jangan terlalu kencang dan jangan terlalu kendor.

"Salah satu tanda fan belt sudah minta diganti dengan yang baru adalah timbulnya bunci berdecit. Bunyi ini muncul akibat selip, karena karet sudah tidak bisa lagi memutar pulley dengan sempurna. Tanda lainnya karet sudah pecah-pecah," jelas Toha.

Untuk penggantian fan belt umumnya dilakukan setiap 30-40 ribu kilometer, dengan banderol harga yang relatif murah yang beredar di pasaran dijual mulai Rp50 ribu-Rp500 ribu, tergantung merek dan jenis kendaraan.


(UDA)