Tips Knowledege

Cegah Macet dan Kecelakaan, Patuhi Marka Yellow Box Junction

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 30 Oct 2017 10:18 WIB
safety drivingtips knowledge
Cegah Macet dan Kecelakaan, Patuhi Marka Yellow Box Junction
Operasionalisasi Yellow Box Juction dimaksudkan agar persimpangan jalan tidak terkunci pada waktu puncak kepadatan lalu lintas. TMC PMJ

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjaga keselamatan saa berlalu lintas, adalah wajib bagi kita semua. Lantaran bukan hanya keselamatan diri sendiri, namun juga akan berhubungan dengan keselamatan orang lain. Salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan dan mencegah kemacetan adalah mematuhi marka-marka di jalan raya.

Menurut Kasi Dikmas Lantas Polda Metro Jaya, Kompol Herman Ruswandi, ada tiga standar keselamatan yang harus dipenuhi pengemudi jika ingin aman dan selamat di jalan.

"Pertama Siap Kendaraan, dalam pengertian kendaraan harus dalam kondisi layak jalan, kedua Siap Pengemudi dalam pengertian driver harus dalam kondisi sehat. Ketiga Siap Aturan, dalam pengertian pengemudi harus tahu rambu-rambu serta peraturan lalu lintas," kata Herman saat berbincang dengan Metrotvnews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Namun pada kenyataannya, tidak sedikit pengemudi dan pengguna jalan lainnya yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Bahkan, masih banyak yang kurang paham atau mengenal fungsi rambu dan marka jalan yang dibuat untuk menjaga keselamatan bersama. Terutama yang berkaitan dengan kemacetan di persimpangan.

Salah satu marka jalan yang sangat jarang ditaati adalah marka berbentuk kotak warna kuning atau disebut Yellow Box Junction (YBJ) yang terdapat di persimpangan lampu merah. Biasanya marka ini ditempatkan pada zona yang rawan macet dan tingkat kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi.

Operasionalisasi YBJ dimaksudkan agar persimpangan di jalan-jalan utama tidak terkunci pada waktu puncak kepadatan lalu lintas.

Dengan adanya YBJ ini walaupun lampu traffic light sudah hijau, pengguna jalan dari arah lain yang belum masuk YBJ harus berhenti, ketika ada kendaraan dari arah lain di dalam YBJ. Mereka baru dapat melintas jika kendaraan di dalam YBJ sudah keluar dan terurai.

Bagi pengendara yang tetap memaksa melintas ke dalam YBJ, padahal masih ada kendaraan lain yang posisinya di arah berlawanan di dalamnya, maka akan ditilang karena melanggar marka jalan.

Hal tersebut diatur dalam penjelasan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b tentang rambu-rambu lalu lintas dan berhenti di belakang garis stop. Pidananya kurungan dua bulan penjara atau denda Rp500.000.  

"Meskipun adanya rambu, marka jalan, dan petugas di lapangan yang mengatur lalu lintas, namun hal terpenting adalah tingkat kesadaran masyarakat dalam berkendara."


(UDA)