Safety Driving

Pindah Jalur? Wajib Double Check

M. Bagus Rachmanto    •    Kamis, 27 Dec 2018 10:33 WIB
safety driving
Pindah Jalur? Wajib Double Check
Sering pindah jalur bahayakan pengendara lain. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Jakarta: Kepadatan dan kemacetan membuat pengemudi mobil sering berpindah jalur saat berkendara. Terlebih ketika jalan agak sedikit lengang. Tapi perlu diingat, hal tersebut merupakan tindakan yang membahayakan keselamatan serta mengganggu arus lalu lintas.

Jika memang harus berpindah jalur, lakukan dengan cara yang aman tanpa menganggu arus lalu lintas. Caranya seperti apa? Mantan Kapolsek Bekasi Selatan Bayu Pratama punya jawabannya.

"Amati spion untuk melihat apakah lalu lintas memungkinan Anda untuk mengubah jalur. Kemudian berikan isyarat (lampu sein) sesuai arah/tujuan Anda dan selalu amati titik buta (blind spot). Selain itu, sesekali menengok untuk memastikan kondisi," ujarnya.



Polisi yang sekarang bertugas sebagai Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro itu menjelaskan, hal ini dikenal sebagai tindakan preventif dalam berkendara. Penting untuk diingat, saat berkendara, dalam kondisi apapun Anda harus selalu double check ke kondisi sekitar. 

"Sesuaikan kecepatan kendaraan dengan arus lalu lintas yang berdekatan dengan jalur Anda. Setelah berada di jalur yang dituju,  berjalan dengan kecepatan normal dan tidak lupa matikan lampu sein mobil Anda," tutup Bayu.

Humas Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Selatan Iwan Abrianto pun berpesan, bagi pengguna tol sebaiknya mematuhi aturan tentang batasan kecepatan, ini bertujuan untuk mengantisipasi kecelakaan dan faktor keselamatan kepada pengendara lainnya.


(UDA)