Tips Knowledge

Pasang Ganjal Karet di Per Sigra, Cegah Ban 'Gesrot' ke Fender

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 27 Mar 2017 17:45 WIB
tips mobil
Pasang Ganjal Karet di Per Sigra, Cegah Ban 'Gesrot' ke Fender
Ganjal karet di per agar tidak gesarot pakai ban lebih besar dan kurangi bunyi jeduk di Sigra. Dok. Pribadi

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi Anda yang ingin mengubah 'tongkrongan' mobil agar lebih enak dilihat, ukuran pelek dan ban salah satu faktor yang mempengaruhi penampilan mobil. Namun, mengganti ban mobil dengan ukuran yang lebih besar ada triknya, agar ban yang Anda pasang tidak gesrot atau mentok dengan fender. Apalagi jika mobil sering membawa muatan dengan beban berlebih.

Hady Geovanii, pemilik Daihatsu Sigra yang tergabung di komunitas Calya Sigra Community - CALSIC Indonesia, berbagi pengalaman dan tipsnya mengganti ban mobil dengan ukuran yang lebih besar, agar tetap nyaman dan tidak gesrot saat dikendarai.

"Ini sih buat sharing saja. Mobil saya baru servis 1.000 km. Sekalian tanya ke bengkel resmi (beres) untuk menangani amblasnya Sigra dan Calya. Orang beres bilang lapis karet saja, tingginya sekitar 5 cm. (karet dipasangkan di atas per)," tulis Hady di laman Facebooknya, Jakarta, Sabtu (25/3/2017).

Menurut Hadi, karet yang dibelinya langsung dikasih sport damper, dan setelah dipasang ketinggiannya naik sekitar 2 jari. Biaya yang dikeluarkan sekitar Rp860 ribu. "Tinggal ganti ban yang ukuran 185/70/R14, biar lebih mantap dan gak terlalu jeduk-jeduk."

Sebagai tambahan informasi, Kepala Bengkel Autopit di daerah Kalimalang, Jakarta Timur, Mus Mulyadi, menyarankan jika ingin mengganti pelek atau ban mobil dengan yang lebih besar gunakan metode plus satu atau plus dua. Yaitu meningkatkan ukuran lebih besar satu step atau dua step dari standar pabrikan.

Misalnya ukuran ban 185/60/15. 185 menunjukan kode lebar ban, 60 tinggi ban, dan 15 diameter pelek. Jadi jika naik satu step bisa menggunakan ukuran 205/60/16. Sedangkan untuk yang dua step bisa menggunakan ukuran 205/60/17.

Dia juga menganjurkan agar tidak menggunakan pelek melebihi dua step dari ukuran standar pabrikan. Selain cepat merusak komponen yang ada di mobil, langkah itu membuat berkendara menjadi tidak nyaman.


(UDA)