TIps Mobil

Rutin Periksa Minyak Rem, Cegah Rem Mobil Blong

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 02 Jan 2018 15:04 WIB
tips mobil
Rutin Periksa Minyak Rem, Cegah Rem Mobil Blong
Minyak rem harus diganti setiap 20 ribu kilometer atau setahun sekali. YourMechanic

Jakarta: Selama tidak terjadi kebocoran, pengecekan minyak/oli rem tak banyak atau jarang dilakukan oleh pemilik kendaraan (mobil/motor). Bahkan sebagian pemilik tak terlalu peduli terhadap komponen cair itu.

Padahal jika rem blong lantaran minyak rem tak lagi berfungsi dengan baik, itu bakal jadi musibah besar bagi para pengguna kendaraan. Bukan hanya berbahaya bagi penumpang mobil tersebut, namun juga bagi pengguna jalan raya lainnya.

Mekanik bengkel Pit Stop di Jakarta Timur, Toha, memaparkan minyak rem itu punya batas pemakaian yang cukup panjang. Tapi patut diingat, minyak rem juga punya sifat menangkap uap air, terlebih saat berada dalam kondisi titik didih.

"Minyak rem itu wajib diganti setiap 20.000 km atau setahun sekali. Hal ini dikarenakan minyak rem punya sifat menangkap uap air. Jadi perlu diganti secara berkala agar tidak terjadi kerusakan sistem pengereman," jelas Toha.

Ia juga menambahkan bahwa titik didih minyak rem yang mencapai 155 derajat, maka sistem pengereman bisa lebih baik. Tapi jika uap air sudah mengintimidasi di bagian dalam, maka itu bakal jadi masalah awal sistem pengereman yang tidak optimal. Ini dikarenakan oleh titik didih air yang hanya 100 derajat saja.

Adapun masalah yang diungkap Toha ketika uap air sudah masuk ke bagian pengereman, adalah terjadinya korosi di kaliper rem. "Kedua adalah jika jumlah air sudah banyak, maka titik didih semakin rendah. Kondisi ini membuat rem berpotensi blong."

Lakukan perawatan berkala sistem pengereman sangat penting, baik kendaraan anda sering dioperasikan atau pun tidak. Sehingga optimalisasi sistem pengereman bisa tetap berjalan lancar.




(UDA)