Tips Knowledge

Hati-hati Efek Aquaplaning di Jalan Basah

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 25 Oct 2017 12:37 WIB
tips knowledge
Hati-hati Efek Aquaplaning di Jalan Basah
Efek aquaplaning salah satu yang patut di waspadai saat mengemudi di jalan basah. Creativity103

Metrotvnews.com, Jakarta: Berkendara di jalanan yang basah, terutama saat hujan ataupun seusai hujan perlu ektra hati-hati. Efek aquaplaning salah satu yang patut di waspadai saat mengemudi.

Efek ini terjadi karena alur atau ulir ban sudah menipis, sehingga ban sudah tidak maksimal lagi membuang air. Hal ini bisa juga terjadi karena genangan air terlalu tebal berpadu dengan kecepatan mobil yang terlalu tinggi. Sehingga buangan air dari ulir ban tak bisa menampung banyaknya air yang dilindasnya.

"Aquaplaning merupakan efek ban terangkat oleh air saat berkendara. Hasilnya, ban kehilangan daya cengkram dengan permukaan jalan," terang Sales Training Manager PT Goodyear Indonesia, Andry Adam, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ban terangkat dari permukaan jalan atau hilang grip lantaran jalan yang tergenang air. Saat ban berputar, dan alur ban tidak bisa membuang air dengan baik, maka air akan berkumpul di bawah ban. Alhasil, ban jadi terangkat oleh air dan kehilangan gripnya.

Ikuti minimum kecepatan kalau berkendara saat hujan sedang. Tapi turunkan kecepatan hingga 15-20 kilometer per jam dari minimum kecepatan di jalan kalau keadaan hujan berat atau kembangan ban di bawah 3mm.

"Jika kendaraan sudah terkena efek aquaplaning, segera kurangi kecepatan dan tetap mengontrol mobil diposisinya. Jangan langsung mengerem mendadak karena berbahaya," tegas Andry.


(UDA)