Safety Driving

Mau Terobos Sungai Banjir? Ini Jurus-jurusnya (2 dari 3)

Ekawan Raharja    •    Kamis, 29 Nov 2018 05:15 WIB
banjiroffroadadventure offroadbanjir rob
Mau Terobos Sungai Banjir? Ini Jurus-jurusnya (2 dari 3)
Mobil double cabin yang ditumpangi pejabat Pemkab Mamuju terseret arus saat mencoba menerobos sungai kecil yang sedang banjir. foto YouTube

Jakarta: Boleh jadi sekali waktu kita terpaksa melajukan mobil menerobos banjir yang tinggi bahkan sungai yang dalam. Bermobil di medan demikian tentu saja butuh perlakuan berbeda, baik demi kelancaran dan keselamatan perjalanan.

Kasus yang terjadi di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, pada akhir pekan lalu adalah contohnya. Mobil double cabin yang ditumpangi pejabat setempat itu terseret arus hingga seratusan meter jauhnya ketika mencoba menyeberangi sungai yang sedang banjir.

Apa yang harus dilakukan ketika bermobil menerobos banjir tinggi atau sungai?

"Usahakan mobil berjalan lurus memotong sungai, tidak susur sungai," jawab Reza Hari Putra, instruktur 4x4 safety driving.

baca juga: Ini persiapan bermobil menerobos banjir

Sungai yang sedang banjir, arusnya terhitung deras. Maka menyeberang mobil dengan searah arus, sangat rentan malah terseret arus. Sedangkan melawan arah arus, juga bukan pilihan bijak sebab mobil bisa terbalik karena terangkat derasnya arus di kolong mobil.

Lain soal bila sungai relatif dangkal dan tidak sedang banjir. Menjalankan mobil berlawanan atau searah arus sungai relatif aman.  Tetapi tetap lebih aman memotong sungai.

"Perhatikan juga arusnya, semakin deras semakin berisiko mobil terseret sehingga meleset dari titik exit sungai. Nah pertimbangkan titik exit altenatifnya ya, bila tidak ada lebih baik jangan nekat," sambungnya.



Ketika di tengah sungai, bagi pengemudi mobil yang bertranmisi manual jangan sekali-sekali menginjak pedal kopling. Artinya jangan memindakan gigi persneling ketika berada ketika kolong mobil berada di dalam air.

Sebab ketika pedal ditekan -meski hanya setengah alias menahan kopling untuk menaikkan RPM- air bisa masuk melalui celah yang terbuka dan bercampur dengan oli. Bagi mobil bertansmisi matic situasi demikian otomatis terhindar, namun tetap gunakan gigi terendah yang ada.

"Lebih baik mobil jalan merayap dibanding kencang. Ini agar ketika tiba-tiba ada obstacle yang membuat kecepatan turun, mobil bisa melaluinya. Seperti ketika mendaki tebing exit sungai," urai anggota komunitas Jurnalis 4x4 ini.

Khusus mengenai obstacle tersebut, diingatkannya agar memperhatikan benar tanda-tanda alam sebelum mobil terjun ke sungai. Jangan sampai ketika masih berada di tengah sungai tiba-tiba datang air bah dan tak jarang membawa batu-batu besar dan batang pohon yang bisa menghantam mobil.

Gejala atau tanda-tanda alam yang bisa menjadi acuan akan terjadinya banjir bandhang antara lain adalah;
  • mendung tebal di atas pegunungan terdekat yang menandakan sedang terjadi hujan deras atau badai di kawasan hulu sungai
  • tinggi permukaan air yang meningkat signifikan tanda bertambahnnya debit air
  • warna air yang lebih coklat kemerahan tanda dasar sungai yang teraduk dan terseret air bah
  • suara bergemuruh tanda datangnya air bah



 


(LHE)