Mobil Terendam Banjir? Serahkan ke Bengkel Resmi

Ekawan Raharja    •    Senin, 05 Sep 2016 09:47 WIB
tips mobil
Mobil Terendam Banjir? Serahkan ke Bengkel Resmi
Jika mobil terendam banjir, segera panggil bantuan dari bengkel resmi. MI/Panca S

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa waktu lalu, puluhan mobil terendam banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Namun banyak yang bingung menghadapi situasi seperti ini. Jika sudah terendam banjir, apa yang harus dilakukan oleh para pemiliknya.

Service Head PT Suzuki Indomobil Sales, Riecky Patrayudha, meminta para pemilik mobil untuk tidak melakukan apapun pada mobil terutama yang berhubungan dengan mesin dan lain sebagainya. Misalnya berupaya menghidupkan mobil yang sudah terendam banjir. Sebaiknya para konsumen bisa meminta bengkel resmi untuk melakukan evakuasi dan juga penanganan yang lebih lanjut.

"Biasanya untuk hal-hal seperti emergency call dan lain sebagainya, telah dipersiapkan. Ini dilakukan APM untuk memberikan layanan tanggap darurat pada konsumen yang mengalami musibah. Misalnya di Suzuki bisa kontak ke 0800 1100 800 atau bengkel resmi Suzuki terdekat. Fasilitas Suzuki Emergency Road Assisstance (SERA) tersedia 24 jam," ujarnya melalui surat elektroniknya kepada Metrotvnews.com.

Tak hanya Suzuki, Nissan juga memiliki mobil derek yang siap membantu konsumennya yang memerlukan bantuan. Nantinya mobil tersebut akan dievakuasi oleh tim mekanik Nissan untuk ditangani lebih jauh.

"Secara umum layanan perawatan atau perbaikan paska terkena banjir dapat digolongkan berdasarkan skala penanganannya. Sebagai gambaran untuk biaya jasa penganan paska banjir Grand Livina, di luar pergantian suku cadang, jika mobil terendam sampai karpet mobil dikenakan biaya Rp7,5 juta, untuk terendam hingga ke jok Rp9,4 juta, dan jika kendaraan terendam total mencapai Rp13,7 juta," terang Head of Communications PT Nissan Motor Indonesia, Hana Maharani, dikesempatan terpisah.

Riecky juga mengingatkan bahwa kerusakan yang diakibatkan oleh banjir tidak termasuk di dalam penggantian garansi. Disebutkan garansi hanya berlaku untuk kesalahan proses produksi.

"Jangan mengendarai mobil untuk melewati jalan yang banjir atau bagian jalan yang banjir. Mungkin saja bisa salah memperkirakan kedalaman air meski tidak terlalu dalam. Walaupun kedalaman air masih bisa dilalui, kendaraan yang datang dari arah berlawanan dapat menyebabkan gelombang air malah masuk ke dalam ruang mesin," sarannya.


(UDA)