Tips Perawatan Mobil

Rekondisi Shocbreaker, Tak Bikin Kantong 'Bolong'

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 08 Sep 2017 10:20 WIB
tips mobil
Rekondisi Shocbreaker, Tak Bikin Kantong 'Bolong'
Rekondisi shockbreaker harus diserahkan ke ahlinya biar tidak timpang. Diynetwork

Metrotvnews.com, Jakarta: Shockbreaker punya peran penting untuk meredam guncangan, terutama ketika mobil melewati jalan rusak. Bila shockbreaker sudah lemah atau mati, akan menimbulkan bunyi gluduk-gluduk terutama jika melewati jalan bergelombang. Apesnya, mobil terasa limbung terutama saat berbelok dengan kecepatan tinggi.

Jika sudah rusak parah ditandai dengan merembesnya oli pada as tengah, bisa berakibat sampai ke ban mobil. Permukaan ban mobil bisa terkikis tidak rata atau bergelombang dan benjol.

Kerusakan shockbreaker dapat disebabkan usia pakai dan kondisi jalan jelek yang dapat memperpendek usia shock. Untuk memperbaikinya dapat langsung mengganti dengan yang baru jika memang punya alokasi dana lebih. Tapi kalau ingin murah, solusinya bisa dilakukan rekondisi.

"Selain lebih murah dan menghemat kocek Anda, shockbreker rekondisi tenyata bisa awet dan tahan lama. Kelebihan lainnya yaitu dapat disetel tingkat kelenturannya (keras/empuk) sesuai selera pemilik kendaraan. Namun hasil yang baik dan sesuai yang harapan, harus dikerjakan montir profesional dan benar-benar ahli dalam urusan kaki-kaki mobil," tutur Entis, mekanik sekaligus pemilik bengkel spesialis per dan shockbreaker Cahaya Per di bilangan Bekasi, Jawa Barat.

"Bengkel seharusnya dapat memberikan solusi dan merekomendasikan beberapa dari bagian mobil yang dapat diperbaiki dan diganti karena rusak sehingga konsumen tepat sasaran mengeluarkan biaya perbaikan," ujar Entis.

Penggantian atau perbaikan shocbreaker sebaiknya dilakukan sekaligus sepasang (kiri dan kanan). Penggantian satu shockbreaker kemungkinan akan berbeda kondisi dengan sebelahnya sehingga feeling di mobil menjadi tidak sama.


(UDA)