Tips Knowledge

Efek Genangan Terhadap Rem Mobil

Ekawan Raharja    •    Selasa, 26 Jun 2018 20:08 WIB
tips knowledge
Efek Genangan Terhadap Rem Mobil
Genangan dan banjir dapat berpenaruh ke rem mobil. Ford

Bali: Beberapa daerah di Indonesia kini sudah mulai hujan. Secara tidak langsung, genangan akibat hujan dapat berpengaruh terhadap rem mobil.

Posisi rem yang berada di bagian sisi roda dengan ketinggian kurang lebih setengah hingga tiga per empat ketinggian roda, akan rawan terendam oleh genangan air. Saat roda sudah terendam tiga per empat bagian, dipastikan perangkat rem yaitu kampas rem, caliper dan cakram/tromol rem akan terendam oleh air.

Kondisi seperti ini dapat mengganggu kinerja pengereman karena kemampuan cengkraman kampas rem dapat menurun setelah terendam, seperti dikutip dari Astra World.
 
Konstruksi sistem rem memang sudah dilengkapi dengan karet dan seal pelindung agar air tidak mudah masuk ke dalam kaliper dan ke dalam saluran minyak rem. Sehingga saat dikendarai ketika hujan, rem tetap berfungsi dengan baik.

Namun terdapat perbedaan kondisi saat melintas air yang menggenang atau bahkan banjir yang terus menerus merendam komponen rem. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan terganggunya kinerja sistem rem yang diakibatkan efek dari genangan air dan banjir yang dapat mempengaruhi baik jangka pendek ataupun jangka panjang.
 
Efek jangka pendek yaitu sesaat setelah melewati genangan air maka rem akan terasa blong sesaat, terutama rem yang masih menggunakan tromol karena kampas rem basah dan kondisi tromol masih basah maka cengkramannya berkurang sehingga sesaat setelah melewati genangan, rem akan dirasakan kurang pakem.

Mengatasi masalah ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pengendara antara lain adalah injak pedal rem setengah dari posisi penuh dengan kondisi mobil yang tetap berjalan setelah melewati genangan air dengan tujuan agar kampas rem, cakram/tromol cepat kering. Sehingga saat menggunakan rem berikutnya sudah normal dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
 
Efek jangka panjangnya yang dapat ditimbulkan adalah rem macet dan lengket, kampas rem menempel secara terus menerus pada kampas/tromol sehingga putaran roda tertahan. Hal ini disebabkan karena piston yang ada di kaliper selalu menekan kampas rem dan tidak mau kembali ke posisi semula, sehingga posisi pengereman seolah-olah pedal rem ditekan terus.

Di sisi lain, pelek yang posisi remnya macet akan cepat panas karena gesekan yang terus menerus saat jalan pada kampas rem dan kampas/tromol. Gejala awal rem yang macet biasanya saat kendaraan berjalan akan mengeluarkan bunyi. Antisipasi agar tidak sampai terkunci rodanya, segeralah dibawa ke bengkel untuk perbaikannya.


(UDA)