Tips Knowledge

Persiapan Mudik yang Sehat dan Aman

M. Bagus Rachmanto    •    Sabtu, 23 Dec 2017 15:52 WIB
tips knowledge
Persiapan Mudik yang Sehat dan Aman
Persiapkan mudik yang matang demi perjalanan yang sehat, aman, dan selamat. MTVN

Jakarta: Tradisi mudik Natal dan Tahun Baru ke kampung halaman hampir pasti terjadi setiap tahun. Masyarakat urban yang sehari-hari beraktivitas di kota secara serentak bakal melakukan kegiatan mudik untuk merayakan hari raya bersama keluarga.

Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan Gita Maya Koemara Sakti mengatakan, tradisi mudik sudah seharusnya dipersiapkan secara matang. Tak hanya kendaraan, tubuh yang prima pun mutlak diperlukan demi perjalanan mudik yang sehat, aman, dan selamat.

"Bagian yang pertama harus berpikir bijak. Apakah kondisi kesehatannya prima untuk menempuh perjalanan. Setiap pemudik punya tujuan dan hanya mereka yang tahu berapa lama perjalanannya. Itu salah satu yang harus diperhatikan," ujarnya dalam Metro Plus, beberpa waktu lalu.

Meskipun yakin bahwa kondisi kesehatan dirasa baik-baik saja, Gita menyarankan kepada para pemudik agar tak sungkan memeriksakan diri terlebih dulu ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Hal ini untuk mengantisipasi gangguan kesehatan saat perjalanan mudik dan tetap sehat selama perjalanan hingga kembali ke kota untuk beraktivitas. Termasuk penyediaan obat-obatan pribadi untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Tapi harus dibedakan apakah pemudik ini hanya penumpang atau pengemudi. Kalau dia akan mengemudi tentu jangan minum obat-obatan yang membuat mengantuk apalagi kalau staminanya enggak sehat akan membahayakan penumpang," kata Gita.

Selain menyiapkan fisik yang prima, Gita menyarankan pemudik agar selalu memantau kondisi lalu lintas melalui aplikasi di sosial media ataupun fasilitas yang telah disediakan pemerintah. Ini untuk mengetahui lalu lintas terkini yang terjadi di jalur nasional, tol operasional maupun tol fungsional.

Tak hanya itu, Gita juga meminta pemudik untuk memastikan bahwa perbekalan yang dibawa selama mudik mencukupi. Sebab kemungkinan ketika puncak arus mudik akan sulit menjangkau rest area untuk sekadar membeli perbekalan selama perjalanan. 

"Dan yang paling penting, tubuh itu kan seperti mobil. Kalau dipaksa terus jalan akan lelah. Kami berharap pemudik tau ukurannya dan disarankan setiap 4 jam beristirahat. Bisa stretching atau kalau perlu memeriksakan kesehatan di posko-posko pelayanan kesehatan yang tersebar di banyak rest area," jelasnya.


(UDA)