Tips Knowledge

Sering Telat Ganti Oli, Bahaya Bagi Komponen Mesin

Ahmad Garuda    •    Senin, 21 Aug 2017 16:19 WIB
tips knowledge
Sering Telat Ganti Oli, Bahaya Bagi Komponen Mesin
Ganti oli usahakan jangan telat jika tak mau performa mesin menurun. Holmes Honda

Metrotvnews.com, BSD City: Rutin mengganti oli dengan jarak tempuh atau lama pemakaian yang diterapkan oleh bengkel, seringkali dianggap enteng. Akibatnya, jika mesin sudah ngelitik atau mengalami gejala penurunan performa, merek oli yang kadang-kadang disalahkan.

Padahal setiap melakukan penggantian oli, pihak bengkel selalu memberikan peringatan penggantian oli berdasarkan jarak tempuh atau lama pemakaian. Misalnya setiap 5.000 km atau 10.000 km untuk tipe oli premium berjenis full sintetik.

"Memang oli bisa saja digunakan hingga 10.000 km atau bahkan lebih, meski rekomendasi jarak tempuhnya hanya untuk 5.000 km. Namun fungsinya untuk melindungi mesin dari tingkat keausan atau merawat kinerja mesin, sudah hilang. Malah deposit dan kerak yang sudah bercampur dengan oli tadi, bisa merusak dan mengikis komponen mesin," klaim Sales Manager STP, Christian Chandra usai meluncurkan pelumas terbaru STP.

Ia melanjutkan bahwa pemakaian oli memang seringkali diabaikan. Padahal bagian ini yang seharusnya jadi prioritas. Seringkali dianggap, selama masih ada olinya dan diperiksa melalui pengukur ketinggian oli dalam mesin, berarti mesin masih akan aman.

"Itu paradigma yang salah. Apalagi jika kendaraan kita kebanyakan digunakan dalam kota. Memang jarak tempuh yang direkomendasikan misalnya 5.000 km, tapi kita juga harus mempertimbangkan bahwa mesin itu tetap beroperasi meski dalam kondisi macet. Harusnya gerakan mekanik ini juga dihitung, mengingat dalam kondisi macet, memang mobil tidak jalan, tapi oli tetap bekerja melindungi mesin."

Nah, jarak aman untuk mengganti oli itulah yang disyaratkan 5.000 km atau 10.000 km, sudah dikurangi dengan masa operasional mobil atau motor dalam kondisi macet atau berdiam diri di lampu merah.

Kalau sudah sering melakukan ini, lanjut Chandra, maka bisa-bisa membuat kondisi komponen mesin cepat aus.  Solusinya adalah ya jangan telat ganti oli sesuai dengan rekomendasi yang telat disesuaikan.


(UDA)