Safety Driving

Salah Kaprah di Musim Hujan, Latah Pakai Lampu Hazard

Ainto Harry Budiawan    •    Jumat, 20 Oct 2017 11:54 WIB
safety driving
Salah Kaprah di Musim Hujan, Latah Pakai Lampu Hazard
Kondisi hujan deras, nyalakan lampu utama sudah cukup. Real Time

Metrotvnews.com, Jakarta: Lampu hazard sudah pasti dimiliki oleh semua kendaraan roda empat atau lebih. Fungsi lampu ini sebagai lampu tanda darurat, yang akan mengaktifkan lampu sein kiri dan kanan secara bersamaan. Tapi banyak yang salah kaprah dalam penggunaannya, terutama di musim penghujan atau di persimpangan jalan yang tak memiliki lampu lalu lintas.

Penggunaan lampu hazard diatur UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, pasal 121 ayat 1 yang menyatakan; setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan.

Sayangnya salah kaprah mengaktifkan lampu hazard saat berkendara dalam kondisi hujan dan juga saat melintas di persimpangan jalan, justru jadi salah kaprah massal. Lalu di saat seperti apa saja hazard bisa digunakan?

"Kalau kita mengacu pada regulasi internasional dan pada manual book kendaraan, hazard digunakan saat mobil sedang berhenti dan atau sedang bermasalah, itu fungsi dasar dari hazard," papar Sony Susmana, selaku Direktur dari Safety Defensive Driving Indonesia.

Menurut Sony, harusnya polisi bisa memberi edukasi kepada pengguna jalan, jangan pakai hazard diluar fungsi seharusnya. Karena selain saat hujan, ada juga yang menyalakan lampu ini saat jalan berkabut, lewat terowongan, hingga melewati perempatan.

Lalu bagaimana jika sewaktu mengemudi lalu hujan, terowongan dan berkabut? Anda cukup nyalakan lampu senja atau lampu utama. "Jika jarak pandang tak cukup jelas, kurangi kecepatan. Jika menyalakan hazard, selain membuat bingung, cahayanya pun membuat silau pengendara lain," lanjutnya.

Maka lain lagi jika melewati perempatan, Anda tak perlu menyalakan hazard karena tanpa ada lampu sein yang menyala, sebenarnya Anda akan berjalan lurus. Akibat kebiasaan salah yang dianggap benar ini ada istilah, lampu sein lurus untuk lampu hazard.

Intinya jangan sampai perbuatan yang salah kaprah, justru diikuti dan membuat rancu fungsi utama dari piranti safety itu sendiri. Selain pihak kepolisian, kursus menyetir mobil pun sebaiknya mengajarkan sesuai fungsi dari piranti yang ada dimobil sesuai kaidahnya.


(UDA)