Tips Knowledge

Komponen CVT Motor Matic yang Wajib Cek Berkala

M. Bagus Rachmanto    •    Kamis, 06 Sep 2018 07:10 WIB
tips knowledge
Komponen CVT Motor Matic yang Wajib Cek Berkala
Perhatikan usia pakai V-belt biar gak putus di jalan. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Jakarta: Sepeda motor jenis matic/skutik punya keunikan dengan adanya CVT. Komponen ini punya tugas seperti rantai yang menyalurkan tenaga mesin menuju roda. Cara kerjanya terbilang lebih rumit dari rantai, karena di dalamnya terdapat banyak komponen-komponen, seperti per CVT, kampas sentrifugal, roller, rumah roller, mangkok kopling, v-belt, dan masih banyak lagi.

Jika ada komponen yang mulai rusak atau aus, biasanya disertai dengan munculnya suara-suara tak wajar. Agar tak salah deteksi, Madun dari bengkel Seroja Jaya Motor (SJM) berbagi tipsnya mendeteksi kerusakan komponen-komponen internal CVT.

“Kerusakan pada komponen CVT umumnya berefek pada tarikan dan performa skutik,” kata Madun saat berbincang dengan Medcom.id di Jakarta, beberapa waktu lalu. Tentu berefek juga pada konsumsi bensin yang makin boros. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya.

Rumah Roller
Jalur bergerak roller ini bisa tergerus, efeknya pada tarikan yang berat dan tertahan. Kerusakannya diakibatkan usia pakai dan beban overload yang sering dibawa skutik. Disarankan alur roller diberi gemuk secukupnya supaya lebih awet.

Roller
Paling sering didapati jadi peyang atau hancur. Gejalanya terdengar bunyi ngrecek-ngrecek di area CVT bagian depan. Solusinya harus ganti roller. “Supaya awet silahkan diberi gemuk terlebih dulu, pengalaman di skutik balap, roller jadi lebih awet,” yakin pria asal Depok ini.

V-Belt dan roller yang tidak dirawat berkala 

Damper Teflon (Slide Pieces)
Berjumlah tiga buah dan punya tugas menahan getaran dari rumah roller. Gejalanya terdengar bunyi klok-klok ketika putaran mesin stationer. Disarankan setiap mengganti roller, damper ini juga ikut diganti.

V-Belt
Berbahan karet dan selalu terkena panas, lama-lama pasti getas. Gejala rusaknya harus dilihat langsung, jika sudah retak-retak lebih baik langsung ganti baru. Jika tidak, sewaktu-waktu v-belt bisa putus dan skutik tak bisa bergerak.

Kampas Sentrifugal
Sering dengar bunyi mendecit? Ini karena kampas sudah tipis. Tanda lainnya mesin sudah teriak tapi kecepatan skutik tak terlalu tinggi. Solusinya harus ganti. “Untuk Mio bisa pakai kampas BeAT, lebih murah karena dijual kampasnya aja, kalo beli khusus Mio harus satu paket dengan dudukanya,” saran pebengkel rumahan ini.


(UDA)