Tips Perawatan Mobil

Minyak Rem Wajib Cek Setiap 20 Ribu Kilometer

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 11 Jul 2017 13:20 WIB
perawatan kendaraan
Minyak Rem Wajib Cek Setiap 20 Ribu Kilometer
Minyak rem juga wajib rutin diganti. Perrys

Metrotvnews.com, Jakarta: Selama tidak terjadi kebocoran, pengecekan minyak/oli rem tak banyak atau jarang dilakukan oleh pemilik kendaraan (mobil/motor), bahkan sebagian pemilik tak terlalu peduli atau perhatian terhadap bagian itu.

Padahal jika rem blong lantaran minyak remnya tak lagi berfungsi dengan baik, itu bakal jadi musibah besar bagi para pengguna kendaraan tersebut. Bukan hanya berbahaya bagi pengguna kendaraan yang bersangkutan, namun juga bagi pengguna jalan raya lainnya.

Toha, mekanik yang praktik di bengkel Pit Stop di bilangan Jakarta Timur memaparkan, bahwa minyak rem itu punya batas pemakaian yang cukup panjang. Tapi patut diingat, minyak rem juga punya sifat menangkap uap air, terlebih saat berada dalam kondisi titik didih.

"Minyak rem itu wajib diganti setiap 20.000 km atau setahun sekali. Hal ini dikarenakan minyak rem punya sifat menangkap uap air. Jadi perlu diganti secara berkala. Agar tidak terjadi kerusakan pada sistem pengereman," jelas Toha.

Ia juga menambahkan bahwa titik didih minyak rem yang mencapai 155 derajat, maka sistem pengereman bisa lebih baik. Tapi jika uap air sudah mengintimidasi di bagian dalam, maka itu bakal jadi masalah awal sistem pengereman yang tidak optimal. Ini dikarenakan oleh titim didih air yang hanya 100 derajat saja.

Adapun masalah yang diungkap Toha ketika uap air sudah masuk ke bagian pengereman, adalah terjadinya korosi di kaliper rem. "Kedua adalah jika jumlah airnya sudah banyak, maka titik didih semakin rendah. Kondisi ini membuat rem berpotensi blong."

Lakukan perawatan berkala sistem pengereman sangat penting, baik kendaraan Anda sering dioperasikan atau pun tidak. Sehingga optimalisasi sistem pengereman bisa tetap berjalan lancar.


(UDA)