Safety Driving

Mau Terobos Sungai Banjir? Ini Jurus-jurusnya (1 dari 3)

   •    Selasa, 27 Nov 2018 06:07 WIB
hanyutoffroadtips mobiladventure offroad
Mau Terobos Sungai Banjir? Ini Jurus-jurusnya (1 dari 3)
Mobil double cabin yang ditumpangi pejabat Pemkab Mamuju terseret arus saat mencoba menerobos sungai kecil yang sedang banjir. foto YouTube

Jakarta: Berkendara mobil dengan ground clearance tinggi, membuat kita lebih percaya diri melintasi banjir bahkan sungai. Namun demikian kepercayaan diri itu perlu dibarengi perhitungan matang agar selamat sampai di seberang.

Kasus yang terjadi di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, pada akhir pekan lalu adalah contohnya. Mobil double cabin yang ditumpangi pejabat setempat itu terseret arus hingga seratusan meter jauhnya ketika mencoba menyeberangi sungai yang sedang banjir.

Apa saja yang perlu diperhitungkan sebelum menerobos sungai dan banjir?

"Paling utama survey dulu mobil dan medannya. Berdasar data hasil survey kita putuskan menerobos banjir, cari jalur lain atau menunggu air surut," jawab Reza Hari Putra, intruktur 4x4 safety driving.

Bagian penting dari mobil yang harus diketahui adalah posisi mulut air intake. Bila ternyata lebih rendah dibanding permukaan sungai atau banjir, salah-salah air bisa tersedot masuk ruang pembakaran yang akhirnya menyebabkan mesin mati bahkan water hammer.

Bila di dalam kabin terdapat inverter untuk tempat charger smartphone, jangan lupa mematikan terlebih dahulu untuk mencegah korsleting. "Tegangan listrik inverter 220V, sama seperti rumah. Kalau air masuk kabin dan inventer terendam, bisa kesetrum penumpang," jelasnya.

Sementara untuk survey medan, paling utama diketahui adalah ketinggian air. Batas aman rata-rata adalah tidak lebih dari separuh tinggi roda. Semakin tinggi batas aman itu terlampaui, semakin besar pula risiko mobil mengapung akibat terangkat air dan akhirnya terseret arus.


"Ingat lho, ban adalah pelampung. Jadi saat masuk sungai atau banjir yang tinggi, sedikit banyak mobil akan mengapung," wanti pengurus IOF Pengda DKI Jakarta ini.  


Hal lain perlu dalam survey adalah kondisi jalur di dasar sungai yang hendak dilalui. Pastikan bukan lumpur lengket dan dalam sehingga bisa menjebak roda.

Dasar sungai berupa bebatuan tentu lebih aman untuk dilalui. Namun pastikan bahwa tidak ada batu berukuran sangat besar yang dapat nyangkut di kolong mobil atau cekungan dalam di tengah jalur menuju ke seberang sungai.

"Perhatikan arusnya, semakin deras semakin berisiko mobil terseret sehingga meleset dari titik exit sungai. Nah pertimbangkan altenatifnya, bila tidak ada lebih baik jangan nekat," sambung Reza.
 


(LHE)