Tips Knowledge

Penyebab Utama Konsumsi BBM Truk Tinggi

Ekawan Raharja    •    Minggu, 04 Mar 2018 18:33 WIB
safety drivingtips knowledge
Penyebab Utama Konsumsi BBM Truk Tinggi
Banyak faktor yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Medcom.id

Jakarta: Bagi perusahaan yang mengandalkan kendaraan komersial, khususnya logistik dan pariwisata, konsumsi bahan bakar adalah hal yang harus dicermati. Tentu ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi konsumsi sebuah bahan bakar kendaraan komersial.

Divisi Head Technical PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Rodko Purba, menjelaskan faktor supir menjadi faktor yang utama. Cara mengemudi supir sangat besar pengaruhnya terhadap konsumsi bahan bakar truk yang dikendarainya.

"Seperti kecepatan truk jangan terlalu tinggi karena berefek kepada konsumsi bahan bakar berbeda. Kita sarankan kecepatan 60-70 kilometer per jam (KPJ) dan putaran mesin di jaga supaya tetap rendah," ujar Rodko Purba di sela-sela GIICOMVEC Minggu (4/3/2018).

Selain itu penggunaan transmisi juga memiliki peranan. Diklaim penggunaan transmisi yang lebih tinggi membuat truk lebih irit dibandingkan menggunakan yang lebih rendah.

Selain faktor pengemudi, faktor umur truk juga berpengaruh. Mengingat jika truk sudah terlalu lama, tentu ada beberapa komponen yang sudah tidak bekerja secara maksimal.

"Spesifikasinya seperti apa. Usia kendaraan tentunya yang usia baru dengan yang sudah berusia 10 tahun tentu berbeda karena ada suku cadang yang sudah aus dan sebagainya," sambungnya.

Faktor lainnya yang juga berpengaruh adalah muatan yang dibawa. Kemudian faktor jalan dan kondisi jalan juga memiliki pengaruh untuk konsumsi bahan bakar.

"Jenis usaha logistik yang sering lewat di jaan tol dan tidak tentu berbeda. Kita tidak bisa samakan yang lewat jalan tol dengan yang sering kena macet, tentu berbeda sekali."

"Terus tonase muatan yang bawaanya sesuai dengan GVW (gross vehicle wight) 26 ton kemudian membawa muatan overload misalkan sampai 35 ton tentu berbeda. Jadi tidak bisa disamakan," beber Rodko Purba.


(UDA)