Pahami Jenis Asuransi Mobil, agar Tak Salah Klaim

M. Bagus Rachmanto    •    Kamis, 01 Sep 2016 10:13 WIB
tips knowledge
Pahami Jenis Asuransi Mobil, agar Tak Salah Klaim
Pahami jenis asuransi agar tidak bermasalah saat klaim. road&track.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepemilikan mobil baru maupun bekas yang dibeli secara kredit, biasanya secara otomatis mendapat asuransi kendaraan. Asuransi biasanya dimasukkan dalam program cicilan yang dibayarkan setiap bulannya.

Namun, masih banyak pemilik mobil yang tidak memahami jenis asuransi yang dibelinya. Bahkan penggunaan yang tidak sesuai dengan peruntukannya, sehingga bermasalah saat pengajuan klaim.

Di dalam kegiatan 'Workshop Insurance' yang digelar Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) bersama Asuransi Astra, Head of Communication and Event Department, Laurentius Iwan Pranoto menjelaskan, bahwa di Indonesia hanya ada dua jenis asuransi kendaraan. Yaitu, total loss only (TLO) dan all risk/comprehensif.

TLO memberikan jaminan ganti rugi bila mobil mengalami kehilangan/kerusakan, dengan total nilai kerugian sama dari harga mobil. Atau lebih besar 75 persen dari harga kendaraan sebenarnya.

Penggantian dilakukan apabila biaya perbaikan minimal mencapai 75 persen dari harga kendaraan yang dihitung berdasarkan harga pasar/tahun pembuatan. Bukan berdasarkan kerusakannya yang besarannya mencapai 75 persen fisik mobil.

"Apabila mobil hanya penyok atau lecet lalu mengajukan klaim, maka tidak diganti," ujar Iwan Pranoto memberi contoh, Rabu (31/8/2016).

Sedangkan comprehensive/all risk adalah jenis asuransi memberikan jaminan ganti rugi/biaya perbaikan, apabila kendaraan mengalami kehilangan/kerusakan sebagian maupun total akibat risiko-risiko yang dijamin dalam polis. Artinya, asuransi akan mengganti segala jenis kerusakan, baik yang ringan maupun berat, termasuk kehilangan.

"Jika Anda membeli produk asuransi penting untuk mempelajari polis yang diterbitkan sehingga tidak salah mengartikan, karena polisi merupakan dokumen yang berisi keterangan kendaraan, nilai kendaraan yang diasuransikan, klausul, dan banyak lagi," wanti Iwan.


 


(UDA)